Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Supri, salah seorang petani di Dusun Gelaran 1, Bejiharjo, Karangmojo sedang memasang jaring di atas lahan pertanian yang dimiliki, Selasa (5/9/2023). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petani di kawasan wisata Gua Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul sebentar lagi akan panen raya untuk masa tanam ketiga. Untuk mengurangi risiko serangan hama pipit, petani memasang jaring di atas sawah yang ditanami padi.
Salah seorang petani di Dusun Gelaran 1, Bejiharji, Supri mengatakan keberadaan di Gua Pindul tidak hanya dimanfaatkan sebagai destinasi pariwisata. Namun aliran sungainya juga berfungsi untuk irigasi pertanian. “Ada sekitar sepuluh hektare sawah yang sangat bergantung dengan aliran air dari Pindul,” kata Supri, Selasa (5/9/2023).
Dia menjelaskan, dengan ketersediaan air yang melimpah, maka petani di kawasan Pindul dalam setahun bisa panen tiga kali. Kondisi ini sangat berbeda jauh dengan umumnya petani di Gunungkidul yang maksimal panen dua kali setahun.
“Sawah di sini bukan tadah hujan dan sangat terbantu dengan adanya pasokan air dari Gua Pindul. Jadi, meski kemarau tetap bisa menanam padi dan memanennya,” ungkapnya.
Menurut dia, untuk masa panen ketiga tidak akan lama lagi. Diperkirakan dalam kurun waktu tiga minggu hingga satu bulan, petani di kawasan Pindul akan panen.
Dilihat dari sisi pertumbuhan, Supri tidak menampik tanaman tumbuh dengan baik karena mulai tumbuh bulir padi. Meski demikian, di fase ini menjadi sangat krusial karena rawan diserang hama pipit.
BACA JUGA: KPK Segera Periksa Cak Imin Terkait Dugaan Korupsi di Kemenaker
Guna mengatasi serangan, petani berinisiatif memasang jaring di atas tanaman padi yang dimiliki. Cara ini dinilai efektif mencegah serangan karena kawanan burung tak bisa mengambil bulir-bulir padi karena terhalang jaring.
“Kalau tidak dipasang jaring, bisa habis diserang pipit. Sebab, sekali datang jumlahnya bisa mencapai ratusan ekor,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Risimiyadi mengungkapkan di musim kemarau banyak lahan yang tak digarap. Hal ini dikarenakan mayoritas lahan di Gunungkidul merupakan tadah hujan sehingga aktivitas bercocok tanam banyak dilakukan saat musim hujan.
“Kalau kemarau memang banyak lahan yang dibiarkan kosong. Nanti setelah mendekat musim penghujan, baru digarap untuk persiapan tanam pertama,” katanya.
Dia menjelaskan, lahan baku sawah di Gunungkidul ada sekitar 27.000 hektare, namun saat kemarau yang ditanami hanya seluas 612 hektare.
“Jadi yang tetap ditanami hanya di daerah-daerah tertentu yang masih memiliki kecukupan air. Salah satunya di kawasan Pindul, dalam setahun bisa panen tiga kali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.