PENGABDIAN MASYARAKAT: Siswa SLB di Sleman Belajar Agribisnis Pangan
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
Kepala Disdukcapil Jogja Septi Sri Rejeki (kanan) saat memberikan penjelasan dalam sosilisasi pentingnya IKD di Kota Jogja, Kamis (7/9/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko
JOGJA—Penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Jogja masih terbilang rendah, hanya 2% dari total jumlah warga yang memiliki KTP elektronik.
Itulah sebabnya, guna menggencarkan penggunaan IKD, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jogja menyosialisasikannya ke pengurus kampung seperti Ketua RT, RW, hingga PKK di seluruh wilayah Jogja, Kamis (7/9/2023).
Data Disdukcapil Jogja menyebut saat ini warga Jogja yang sudah menggunakan IKD sebanyak 6.500 orang, sedangkan total pemilik KTP elektronik sekitar 317 ribu. Jumlah yang jomplang tersebut akan dikejar Disdukcapil melalui kegiatan pembuatan IKD dari pintu ke pintu rumah warga.
Kepala Disdukcapil Jogja, Septi Sri Rejeki menargetkan hingga akhir tahun ini penggunaan IKD di wilayahnya mencapai 20%. “Kami gencarkan dengan sosilisasi seperti yang diadakan ini dengan bertahap mengundang pegurus RT, RW, sampai PKK di Kemantren Tegalrejo, Jetis, Ngampilan, dan Gedongtengen,” kata dia.
BACA JUGA: Blangko Minim, E-KTP Kini Hanya untuk Warga Jogja
Total ada 100 orang pengurus RT, RW, hingga PKK dari empat kemantren yang menghadiri sosilisasi pentinggnya, cara pembuatan, hingga manfaat IKD tersebut. “Mereka nanti peserta ini akan kami gandeng supaya menggencarakn ke warga lainnya, bahkan dengan dooor to door, agar efketif tepat sasaran untuk meningkatakn IKD,” papar Septi.
Tantangan peningkatan penggunaan IKD di Jogja, jelas Septi, adalah pemahaman teknologi informasi masyarakat, daya dukung ponsel yang digunakan, hingga ada masyarakat yang belum memiliki ponsel dengan sistem Android. “Tantanganya seputar ponsel itu sendiri dan pemahaman masyarakat, karena dua hal itu penting dimiliki sebelum bikin IKD,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jogja, Aman Yuriadijaya mendukung pengenceran penggunaan IKD di wilayahnya. “IKD ini adalah bagian dari penyelarasan pelayanan publik di era digital, nantinya syarat utama mengakses Mall Pelayanan Publik Kota Jogja dengan IKD sehingga kami mendorong masyarakat segera membuatnya,” kata dia.
Aman menjelaskan manfaat IKD juga memudahkan administratif pelayanan publik karena hanya dalam satu genggaman di ponsel. “Manfaat IKD ini sangat besar, terutama dalam sisi kepraktisannya. Cukup dalam satu genggaman sudah ada Kartu Keluarga, KTP, dan lainnya,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
PWI Pusat mendukung pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional dan siap mengawal proses administratif serta jalur strategis di tingkat pusat.
ARTJOG 2026 Catat Lebih dari 87 Ribu Pengunjung, Heri Pemad Soroti Dampak bagi Ekosistem Seni dan Ekonomi Jogja
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
Sembilan ulama terpilih sebagai AHWA Muktamar ke-35 NU bermusyawarah di Ndalem Mbah Wahab untuk menentukan Rais Aam PBNU 2026–2031.