Gunungkidul Dapat Bantuan Benih Durian untuk Lahan 25 Hektare
Gunungkidul menerima bantuan benih durian untuk lahan 25 hektare. Distribusi menyasar Ponjong hingga Panggang dan Tanjungsari.
Ilustrasi beras impor - ist/Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Kalurahan Jetis, Saptosari, Gunungkidul berharap bantuan beras dari pemerintah bisa ditambah. Usulan ini disampaikan pada saat penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah di Kapanewon Saptosari, Selasa (19/9/2023).
“Yang diterima sekarang ini seberat 10 kilogram. Kalau bisa ditingkatkan menjadi 25 kilogram,” kata Kamiyem di sela-sela penyerahan bantuan.
Menurut dia, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi keluarga penerima. Salah satunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun dikarenakan kondisi yang sulit dan harga beras yang masih tinggi maka berharap bisa ditambah. “Kan Cuma berharap ditambah, boleh kan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, untuk penyaluran bantuan tidak hanya diberikan sekali. Pasalnya, bantuan diberikan selama tiga bulan.
“Jadi Oktober dan November masih ada bantuan beras yang disalurkan ke Masyarakat. Setiap penyaluran mendapat jatah beras seberat sepuluh kilogram per keluarga,” katanya.
Sunaryanta menjelaskan, penerima bantuan di Kapanewon Saptosari sebanyak 5.687 keluarga penerima manfaat. Adapun rinciannya, Kalurahan Jetis sebanyak 676 keluarga, Kanigoro ada 1.072 keluarga, Kepek 880 keluarga, Krambilsawit 916 keluarga, Monggol 710 keluarga, Ngloro sebanyak 457 keluarga dan Planjan sebanyak 976 keluarga.
“Saya berharap bantuan ini membawa semangat untuk berusaha dan tentunya demi kesejahteraan di masing-masing keluarga,” kata Sunaryanta.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, penerima bantuan pangan beras di Gunungkidul ada 100.860 keluarga. Jumlah ini merupakan akumulasi penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Dia menjelaskan, bantuan pangan beras dilakukan oleh Badan Pangan Nasional dengan menggandeng Bulog selaku penyalur ke masyarakat. Pelaksanaan di Gunungkidul sudah dilaunching di Kalurahan Pringombo di Kapanewon Rongkop, Senin (11/9/2023).
“Kami targetkan hingga akhir bulan ini penyaluran tahap satu sudah selesai dan seluruh keluarga penerima manfaat telah mendapatkan bantuan tersebut,” katanya.
BACA JUGA : Penyaluran Bantuan Beras hingga November, Menjangkau 100.860 KK di Gunungkidul
Asti mengakui akan melakukan monitoring terhadap distribusi ke masyarakat yang dilaksanakan oleh Bulog. Selain memastikan seluruh keluarga menerima bantuan, juga untuk memastikan beras yang diberikan layak konsumsi.
“Makanya perlu dilakukan monitoring agar lancar serta bantuan bisa diterima masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menerima bantuan benih durian untuk lahan 25 hektare. Distribusi menyasar Ponjong hingga Panggang dan Tanjungsari.
Polres Kulonprogo menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.
PSS Sleman kebobolan 11 gol dalam enam laga Super League. Pieter Huistra membenahi pertahanan jelang menjamu Borneo FC Samarinda.
Pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026. MagangHub dinilai belum efektif dan perlu dibenahi.