6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Ilustrasi CPNS. /Antara Foto-Adwit B Pramono
Harianjogja.com, JOGJA - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY memastikan tidak ada praktik titip menitip tenaga honorer di wilayahnya dalam proses rekrutmen sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemda DIY.
Hal ini menanggapi pernyataan Mendagri Tito Karnavian yang menyatakan tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintah merupakan orang kepala daerah terpilih atau yang dulunya berlatar belakang tim sukses. Video Mendagri tersebut pun tersebar dan viral di medsos.
BACA JUGA : Rekrutmen P3K Terbuka untuk Umum, Ini Rincian Formasi yang Disediakan
Kepala BKD DIY Amin Purwani mengatakan, istilah tenaga honorer disebut dengan tenaga bantu (naban) di wilayahnya. Mereka direkrut sesuai dengan kebutuhan masing-masing instansi. Proses seleksinya pun, kata Amin berjalan dengan transparan dan dipastikan jauh dari fenomena KKN apalagi praktik titip menitip. Selain itu seluruh rangkaian penerimaan juga dilakukan berdasarkan seleksi dan uji kemampuan, sehingga yang terbaik lah yang dipastikan lolos.
"Rekrutmen naban di Pemda DIY sudah by sistem semua, mulai dari pendaftaran online, tes yang menggunakan sistem CAT seperti tes CPNS dan lain sebagainya," ujarnya Selasa (19/9/2023).
Menurut dia pelaksanaan tes yang diselenggarakan bertahap dan online juga sebagai antisipasi munculnya praktik penyelewengan di lapangan. Selain itu semua rangkaian tes juga tidak ada yang dilaksanakan melalui tatap muka, sehingga bisa langsung dikontrol oleh setiap pelamar. Penerimaan naban disebutnya memang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga SDM yang kosong di setiap instansi demi penyelenggaraan pemerintahan yang optimal.
BACA JUGA : Viral Kabar Bakal Ada Aturan PNS Part Time
"Status atau posisi naban adalah mengisi formasi PNS yang kosong, jadi memang tidak bisa ada titipan untuk tambahan pegawai," katanya.
Dalam proses seleksi naban, Pemda DIY memang telah mengadopsi model seleksi semacam tes penerimaan CPNS dengan metode CAT (Computer Assisted Test). Lewat metode ini setiap pelamar langsung bisa mengecek sendiri status kelolosannya di setiap jenjang seleksi. Proses wawancara tatap muka juga ditiadakan lantaran materinya sudah dimasukkan ke dalam proses tes tertulis, sehingga tidak bisa diintervensi siapapun.
"Soal tes langsung dikerjakan oleh peserta maka nilainya masuk di aplikasi hasil atau sistem terintegrasi, jadi memang tidak bisa disalahgunakan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Elkan Baggott resmi masuk skuad Millwall untuk Championship 2026/2027. Bek Timnas Indonesia akan mengenakan nomor punggung 12 usai direkrut dari Ipswich Town.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino
Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk FYP (For Your People) di TBY, Kota Jogja, yang telah dibuka pada Jumat (14/8/2026) sore hingga 23 Agustus mendatang
Harga tiket pesawat ke Jepang diprediksi lebih murah mulai September 2026. ANA dan JAL turunkan biaya tambahan bahan bakar jadi Rp3,69 juta, lebih hemat Rp1,4 j