Pendataan Desil Keliru, Warga Jogja Terancam Tak Bisa Peroleh Bansos
Data desil dinilai tak akurat. Warga miskin di Jogja berpotensi kehilangan akses bansos akibat kesalahan pendataan.
Petugas Damkarmat BPBD Bantul berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Dusun Paten RT 01, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Senin (4/9/2023). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL–Warung Bakso dan Mie Ayam Pak Aris yang terletak di Pasar Barongan, Sumberagung, Jetis, Bantul mengalami kebakaran pada Sabtu (23/9/2023). Kebakaran tersebut diduga terjadi karena korsleting listrik.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyampaikan kejadian terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Saat kejadian saksi berinisial G, 46, yang berprofesi sebagai pedagang durian di Pasar Barongan mengaku melihat kepulan asap dari atap sisi timur warung bakso tersebut.
Saksi G, kata Jeffry, lantas memberitahukan kejadian tersebut kepada saksi N, 55, penjaga malam Pasar Barongan, dan saksi Z, 26, pedagang martabak Pasar Barongan.
Kemudian para saksi mengecek ke dalam warung tersebut dan mendapati api telah menyala dan membakar dinding warung sisi timur bagian atas yang terbuat dari anyaman bambu.
Menurut Jeffry, saksi bersama dengan warga sekitar berusaha memadamkan api tersebut menggunakan ember. Selain itu, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul yang mendapat laporan adanya kebakaran juga di lokasi kejadian.
BACA JUGA: Lagi, Karena Bakar Sampah, 900 Meter Lahan di Dongkelan Ikut Terbakar
Kobaran api tersebut diperkirakan padam sekitar 16.50 WIB. Kemudian petugas pun mengecek dan memastikan api telah padam.
“Berdasarkan hasil pengecekan bahwa penyebab kebakaran tersebut adalah akibat arus pendek atau korsleting jaringan listrik. Karena saat di cek kondisi meteran listrik sebagian dalam keadaan leleh atau terbakar,” katanya melalui telepon, Sabtu (23/9/2023).
Menurut Jeffry dari pemeriksaan di lokasi, diprediksi penyebab korsleting listrik karena instalasi jaringan listrik tidak sesuai standar. Kejadian tersebut juga sudah ditangani PT. PLN.
Atas kejadian tersebut kerugian materiil berupa terbakarnya dinding warung yang terbuat dari anyaman bambu dan kerusakan meteran listrik dengan perkiraan sekitar Rp.1 juta. Pada saat kejadian warung pun dalam keadaan kosong sehingga kejadian tersebut juga tidak menimbulkan korban jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Data desil dinilai tak akurat. Warga miskin di Jogja berpotensi kehilangan akses bansos akibat kesalahan pendataan.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.
Wisata dan pembangunan di hulu Gajah Wong Sleman dinilai perlu memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjaga air dan ekosistem.