AFJ Ajak Peternak Gunungkidul Terapkan Kandang Bebas Sangkar
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Pengendara melewati zona selamat sekolah di depan SMPN 1 Sewon, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Zona selamat sekolah sangat dibutuhkan untuk meminimalisir kecelakaan di jalan lingkungan sekolah, terutama yang berada di pinggir jalan besar. Sayangnya saat ini di Bantul jumlahnya belum memenuhi kebutuhan, karena keterbatasan anggaran.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Bantul, Sri Harsono, menjelaskan di Bantul saat ini baru terdapat sekitar 10 zona selamat sekolah. “Ada di SMPN 1 Imogiri, SDN Kembangsonog, SMPN 1 Pleret, SMPN 1 Banguntapan, SMPN 1 Bantul, SMPN 1 Sewon, sekitar 10 totalnya,” ujarnya, Jumat (29/9/2023).
Zona selamat sekolah ini selain untuk meningkatkan keselamatan anak sekolah, juga mendukung Bantul sebagai Kabupaten Layak Anak. “Jadi anak-anak sekolah ini kami lindungi terkait keselamatannya. Pengguna jalan kalau ada rambu atau marka zona selamat sekolah, ketika melaju di sana harus dikurangi kecepatannya,” katanya.
Untuk menciptakan kepatuhan pengguna jalan, Dinas Perhubungan biasanya menggelar sosialisasi dengan menerjunkan petugas di zona selamat sekolah. Sosialisasi ini dilakukan untuk zona selamat sekolah yang baru dan berlangsung selama satu hingga dua minggu.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Singgih Riyadi, mengakui jumlah zona selamat sekolah yang sudah ada saat ini memang belum mencukupi kebutuhan. “Permohonan dari sekolah-sekolah banyak sekali, tapi memang anggaran kami yang terbatas,” ungkapnya.
Adapun permohonan zona selamat sekolah yang masuk ke Dinas Perhubungan Bantul menurutnya sekitar 30 sekolah. “Rata-rata sekolah-sekolah yang berada di jalan protokol kabupaten, itu pada mengajukan. Jadi nanti masih bisa bertambah,” paparnya.
BACA JUGA: Ada 8 Sekolah di Bantul Terima Rp200 Juta untuk Pembuatan ZoSS, Ini Daftarnya...
Ia berharap di 2024 nanti akan ada penambahan zona selamat sekolah, walau belum bisa memenuhi seluruh permohonan yang sudah diajukan. Adapun anggaran yang dibutuhkan untuk membuat sat zona selamat sekolah jika dulu Rp25 juta, saat ini standard-nya Rp50 juta.
“Nanti di dalam zona selamat sekolah itu, di jalan kami buat marka, kemudian ada rambu-rambunya. Kalau yang selama ini belum dilengkapi rambu-rambunya. Tahun 2024 nanti pagunya menjadi RP50 juta, sudah standard seperti yang dipersyaratkan Kementerian Perhubungan,” katanya.
Untuk membantu anggaran yang terbatas tersebut, beberapa zona selamat sekolah juga dibuat melalui mekanisme aspirasi DPRD Bantul. “kami sambut bagus ketika DPRD berkenan untuk mengalokasikan anggaran untuk zona selamat sekolah,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Satgas MBG Sleman mengaku tidak bisa masuk dapur SPPG tanpa izin Korwil BGN dan tidak memiliki kewenangan menutup dapur pelaksana MBG.
Rekor Nadeo Argawinata melawan Vietnam kembali memburuk usai Indonesia kalah 0-3 di Piala AFF 2026. Berikut statistik lengkapnya.
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.
DPMKal Bantul mengusulkan Bupati mengaktifkan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar pelatihan karier, beasiswa, dan motivation letter bagi siswa SMK Negeri 7 Maluku Tengah.