Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Proses pembangunan kolam pelabuhan Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul, Senin (31/7/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengapresiasi pembangunan Pelabuhan Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang. Diharapkan setelah jadi, pelabuhan itu bisa dilengkapi dengan sarana prasarana pendukung yang baik. “Memang sempat molor. Tapi, kalau sekarang sudah mau jadi itu bagus,” katanya, Jumat (29/9/2023).
Harapan utama dengan dibangunnya fasilitas ini untuk menyejahterakan nelayan maupun warga di sekitar Pelabuhan. Namun untuk mewujudkannya, tidak hanya dibangunkan Pelabuhan, tetapi juga ada yang harus dilengkapi.
Ery mencontohkan, akses jalan yang ada saat ini dinilai masih belum standar. Oleh karenanya, harus dibangunkan jalan baru yang lebih memadai sehingga akses ke Pelabuhan lebih lancar. “Jalannya masih sempit. Apalagi dengan perkembangan wisata sekarang ini, seringkali terjadi kemacetan. Jadi, sarana jalan harus diperhatikan,” katanya.
BACA JUGA: Ditarget Selesai Akhir Oktober, Ini Progres Pembangunan Pelabuhan Gesing
Menurut dia, untuk pengembangan Pelabuhan, tidak hanya jalan, tapi juga harus didukung dengan prasarana lain. Khusus untuk nelayan, sangat butuh stasiun khusus pengisian bahan bakar, yang saat ini belum ada di Kawasan Gesing.
Selain itu, juga membutuhkan pabrik es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan. Sayangnya, lanjut Ery, keberadaan pabrik es bertempat di Kalurahan Siraman, Wonosari yang jaraknya jauh dari pelabuhan. “Kalau bisa dilengkapi mulai dari SPBU, pabrik es. Saya yakin kalau bisa lengkap, maka perkembangan Pelabuhan akan lebih cepat lagi,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Catur Nur Amin mengatakan, Pembangunan Pelabuhan Gesing menelan anggaran sekitar Rp196 miliar. Seyogyanya Pembangunan tahap pertama untuk kolam Pelabuhan selesai di akhir 2022. Namun dikarenakan adanya kendala teknis di lapangan, maka pengerjaan molor hingga akhirnya ada perubahan target dan harus selesai di akhir Oktober 2023.
Salah satu kendala yang muncul dalam pengerjaan dikarenakan batuan di area kolam yang keras sehingga proses harus melalui peledakan. “Untuk prosesnya berjalan dengan bagus. Kami yakin, pada Oktober mendatang sudah bisa diselesaikan,” kata Catur.
Menurut dia, dengan adanya peledakan, maka perkembangan Pembangunan berjalan dengan baik. Hingga sekarang, masih dilakukan pengerjaan untuk pembuatan dan pengerukan untuk alur kapal.
Selain itu, juga menyelesaikan sejumlah bangunan pendukung lainnya. “Masih proses. Tapi, semuanya bisa selesai di akhir Oktober,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
KPK menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka pemerasan usai OTT. Sejumlah uang miliaran dan logam mulia turut disita.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.