Gunungkidul Krisis Air Saat Kemarau, Sungai Bawah Tanah Jadi Solusi
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Kondisi terkini Pembangunan Pelabuhan Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang. Jumat (29/9/2023)./ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan Pelabuhan Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul ditarget selesai di akhir Oktober 2023. Hingga sekarang pengerjaan masih terus berlangsung untuk menyelesaikan tempat sandar kapal nelayan ini.
Dukuh Bolang, Girikarto, Sukirjo mengatakan, warga senang dengan perkembangan Pembangunan Pelabuhan Gesing. Meski sempat molor, namun proses sudah bagus dikarenakan bentuk Pelabuhan hingga fasilitas pendukung seperti perkantoran sudah dibangun.
“Kolam untuk tempat sandar kapal sudah mulai terlihat dan bangunan-bangunanya bagus. Meski ada beberapa yang masih dalam pengerjaan,” kata Sukirjo, Jumat (29/9/2023).
Ia pun menyakini, Pembangunan akan segera terselesaikan sehingga keberadaan Pelabuhan bisa menjadi pengungkit untuk peningkatan perekonomian di Masyarakat. “Bisa saling melengkapi karena pariwisata di Kawasan Gesing juga berkembang pesat. Mudah-mudahan dengan adanya Pelabuhan bisa tambah maju lagi,” katanya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Catur Nur Amin mengatakan, Pembangunan Pelabuhan Gesing menelan anggaran sekitar Rp196 miliar. Seyogyanya Pembangunan tahap pertama untuk kolam Pelabuhan selesai di akhir 2022. Namun dikarenakan adanya kendala teknis di lapangan, maka pengerjaan molor hingga akhirnya ada perubahan target dan harus selesai di akhir Oktober 2023.
Salah satu kendala yang muncul dalam pengerjaan dikarenakan batuan di area kolam yang keras sehingga proses harus melalui peledakan. “Untuk prosesnya berjalan dengan bagus. Kami yakin, pada Oktober mendatang sudah bisa diselesaikan,” kata Catur.
Menurut dia, dengan adanya peledakan, maka perkembangan Pembangunan berjalan dengan baik. Hingga sekarang, masih dilakukan pengerjaan untuk pembuatan dan pengerukan untuk alur kapal.
Selain itu, juga menyelesaikan sejumlah bangunan pendukung lainnya. “Masih proses. Tapi, semuanya bisa selesai di akhir Oktober,” katanya.
Ditambahkan dia, peledakan menggunakan dinamit dilakukan di sebanyak 11.000 titik. Hal ini mengacu dengan luasan kolam yang mencapai 1,36 hektare.
“Per titiknya dibuat jarak satu meter. Jadi, ada hampir 11.000 titik yang diledakan dan pengerjaan masih berlangung hingga sekarang,” katanya.
BACA JUGA: Pembangunan Pelabuhan Gesing, 11.000 Titik Diledakkan dengan Dinamit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Alfamidi kembali menyalurkan 1.500 telur untuk 50 balita di Margodadi, Sleman, sebagai bagian dari program CSR pencegahan stunting.
Pemerintah menargetkan kemiskinan nasional turun menjadi 6–6,5 persen pada 2027 dengan pertumbuhan ekonomi 6 persen.
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Pejabat Sleman yang gagal mencapai target kinerja bisa dikenai sanksi hingga demosi. Evaluasi mengacu pada Perbup Sleman No. 35/2026.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.