DPAD DIY Ubah Arsip Lama Jadi Konten Digital Favorit Gen Z
Lewat program tersebut, arsip dan pustaka langka tidak lagi hanya disimpan sebagai dokumen lama, tetapi diolah menjadi artikel populer, infografis, hingga konte
Bacaleg DPRD DIY dari Partai Gerindra untuk Dapil Kota Jogja Diaz Ayu Maylanda (kanan), bacaleg DPRD DIY dari Partai PDIP untuk Dapil Kota Jogja R.B. Dwi Wahyu B. (tengah), serta Wapemred Harian Jogja Nugroho Nurcahyo (kiri) dalam talkshow Obrolan Bacaleg \"HUT Ke-267 Kota Jogja: Membangun dengan Semangat Tatag, Teteg, Tutug” pada Kamis, (5/10/2023). (Harian Jogja/Lajeng Padmaratri)
Harianjogja.com, JOGJA—Prevalensi stunting kasus stunting di Kota Jogja berada di kisaran 13,8%. Meski rendah, hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar dapat segera diselesaikan.
Keterangan tersebut disampaikan bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD DIY dari Partai PDIP untuk Dapil Kota Jogja R.B. Dwi Wahyu B dan bacaleg DPRD DIY Dapil Kota Jogja, Diaz Ayu Maylanda dalam dalam Talkshow Obrolan Bacaleg "HUT Ke-267 Kota Jogja: Membangun dengan Semangat Tatag, Teteg, Tutug” yang disiarkan secara streaming di YouTube Harian Jogja pada Kamis (5/10/2023).
Kedua bacaleg ini juga menyoroti stunting sebagai pekerjaan rumah di Kota Jogja. Prevalensi stunting di Kota Jogja kini di angka 13,8%. Meski angka ini terendah di DIY, namun stunting di Kota Jogja dirasa penting untuk menjadi perhatian bersama.
“Bicara stunting jadi tamparan tersendiri bagi Jogja. Wong di Jogja kok, stuntingnya masih tinggi. Stunting harusnya selesai di posyandu,” kata Diaz.
Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan orang miskin. Lebih dari itu, stunting merupakan problem ketiadaan pengetahuan terkait nutrisi dan tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Pemkot Jogja Lampaui Target Penurunan Stunting, Ini Strateginya
Dwi Wahyu mengharapkan pemerintah menciptakan foodbank untuk mengatasi stunting. Tidak cukup dengan pemberian makanan tambahan, mengatasi stunting juga butuh sarana dan fasilitas.
“Foodbank itu perlu kerja sama dengan dinas pertanian atau dinas perikanan. Misal pelatihan di posyandu seperti bikin olahan ikan frozen, berarti perlu freezer kan. Kalau bisa tiap posyandu punya freezer juga,” urainya.
Senada, Diaz Ayu menganggap banyaknya orang tua yang sibuk saat ini membuat mereka lengah dalam manajemen nutrisi anak. “Stunting itu bukan cuma orang miskin, karena ini soal pengetahuan juga. Banyak orang tua punya uang, tapi malas dan anak jadi diberi junkfood,” kata dia. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lewat program tersebut, arsip dan pustaka langka tidak lagi hanya disimpan sebagai dokumen lama, tetapi diolah menjadi artikel populer, infografis, hingga konte
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.
Video viral terduga pelaku curanmor diamuk massa di Ponorogo. Polisi amankan pelaku dan lakukan penyelidikan lebih lanjut.