Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Minuman keras - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Empat orang warga Ngampilan diduga meninggal dunia akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan. Informasi soal insiden ini viral di aplikasi percakapan daring sejak Jumat (6/10/2023) malam dan dibagikan ke sejumlah grup.
Adapun pesan tersebut berisi: "Just info; 4 warga ngampilan MD miras oplosan. Satu jenazah masih di PKU Muhammadiyah, tiga jenazah sebelumnya di PKU Gamping. Penjual dan korban, bertetangga," tulis pesan tersebut, dikutip Sabtu (7/10/2023).
Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan Endah Dwi Dinyastuti mengatakan malah belum mengetahui soal adanya kejadian itu. Menurutnya sampai dengan pagi ini kemantren belum mendapatkan informasi apapun dari jajaran kepolisian.
"Saya malah belum dengar ya. Itu kapan ya? Biasanya dari Polsek langsung kasih tahu ya, tapi sampai dengan sekarang saya belum dikabari," ujar Endah.
Dia menambahkan, biasanya jajaran kemantren akan mendapatkan informasi awal soal insiden apapun yang terjadi di wilayah. Namun sampai dengan Sabtu pagi, pihaknya sama sekali tidak menerima laporan dari aparat keamanan wilayah. "Bisa juga berita bohong itu atau hoaks," katanya.
BACA JUGA: Kasus Korupsi Melibatkan Politikus, Mahfud MD: Hukum Tidak Berhenti karena Pemilu
Kepala Seksi Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana Raharjo saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa aparat kepolisian wilayahnya belum menerima laporan soal adanya kejadian itu. Dia menyebut, kemungkinan lokasi kejadian berada di Sleman. "Coba dicek ke Sleman, kami belum ada menerima laporan," kata Timbul.
Sementara Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Ngampilan Eka Rulina menyebut berdasarkan laporan dari Bhabinkamtibmas setempat tidak ada warga Ngampilan yang menjadi korban dari miras oplosan.
Kebenaran informasi yang viral di aplikasi percakapan daring itu pun dipertanyakannya. Sebab sampai dengan sekarang ia belum mengetahui adanya warga setempat yang dirawat di rumah sakit lantaran mengonsumsi miras oplosan.
Hanya saja, ada kejadian yang diduga di wilayah Sleman yang mengakibatkan beberapa orang warga menjadi korban diduga akibat menenggak miras oplosan. Warga tersebut berinisial AS, 19, laki-laki warga Ambarketawang, Gamping, Sleman.
AS meninggal dunia pada Jumat (6/10/2023) sekitar pukul 16.00 Wib di rumah sakit PKU Muhammadiyah Jogja. Eka juga membantah bahwa AS merupakan warganya. Sepengetahuannya AS hanya bekerja di Ngampilan sebagai karyawan di tempat produksi bakpia.
"Bukan warga Ngampilan. Kebetulan kerja di tempat kakaknya di sentra bakpia. Informasi dari Bhabinkamtibmas penjual miras sudah diamankan. Jadi yang meninggal dunia dan dikatakan warga Ngampilan hanya satu saja itu pun bukan dari warga sini, dia hanya bekerja saja di Ngampilan," kata Eka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PSM vs PERSIB jadi laga penentu juara. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan kondisi terbaru kedua tim di sini.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung