2.935 Atlet Ramaikan Taekwondo Gubernur Jateng Cup 2026
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Merayakan Hari Batik Nasional, Gebyar Batik Sleman kembali diselenggarakan pada tahun 2023. Gelaran ini diawali dengan kegiatan senam massal di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (13/10/2023). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
SLEMAN—Merayakan Hari Batik Nasional, Gebyar Batik Sleman kembali diselenggarakan pada tahun 2023. Gelaran ini diawali dengan kegiatan senam massal di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (13/10/2023).
Kegiatan senam massal ini diikuti oleh ratusan masyarakat Sleman. Kemudian, dilanjutkan dengan parade batik dan flashmob yang diikuti oleh 100 peserta dari kalangan pengrajin dan pelaku usaha batik di Sleman yang tergabung dalam Asosiasi Batik Mukti Manunggal. Dengan membawa kain batik khas Sleman, yaitu batik motif Sinom Parijoto Salak, mereka memamerkan keindahan dan keragaman corak batik buatan para pengrajin di Sleman dalam parade batik.
Ketua Harian Dekranasda Sleman, Abdul Kadir menerangkan bahwa kegiatan ini untuk meramaikan semarak Hari Batik Nasional. Di Sleman sendiri, perkembangan dunia batik semakin meningkat setelah pada 2014 lalu diresmikan batik Sinom Parijoto Salak sebagai batik khas Sleman.
"Kegiatan ini menunjukkan bahwa di Sleman semakin banyak kantong-kantong [pengrajin] batik, menandakan bahwa batik di Sleman itu eksis, kontinu, sustainable, serta harapannya bisa terus berkembang dan tidak punah," kata Abdul Kadir kepada wartawan di sela-sela kegiatan senam massal, Jumat.
Selain senam massal dan parade batik, kegiatan itu juga diramaikan dengan penjualan batik dengan promo menarik atau great sale di sebelah utara Lapangan Pemda Sleman. Rangkaian acara ini juga akan dilanjutkan dengan pameran batik di Gedung Dekranasda Sleman pada 26 Oktober, kemudian dilanjutkan berbagai rangkaian acara di Jogja City Mall pada 2-6 November mendatang.
BACA JUGA: Polsek Sewon Menyita Puluhan Botol Miras Oplosan
"Karena kegiatan ini berhubungan dengan hari Batik Nasional, sehingga sasaran kegiatan kami tidak hanya masyarakat Sleman saja, namun siapa saja, baik pecinta batik, pelaku usaha batik, dan masyarakat di luar Sleman," katanya.
Ketua Gebyar Batik Sleman 2023 Nyudi Dwijo Susilo menambahkan kegiatan senam massal dan parade batik ini dilaksanakan untuk menarik masyarakat di sekitar wilayah Pemkab Sleman untuk turut serta menyemarakkan Gebyar Batik Sleman 2023, sekaligus bisa mendukung industri kecil menengah (IKM) batik di Sleman dengan membeli koleksi yang ditawarkan.
"Kami juga ingin yang meramaikan Gebyar Batik Sleman itu termasuk generasi milenial. Oleh karena itu, dalam rangkaian acara ke depannya kami akan menghadirkan workshop dan lomba, serta fashion show karya IKM batik," kata Nyudi.
Tercatat Gebyar Batik Sleman 2023 merupakan gelaran tahun keenam sejak kegiatan ini dilaksanakan pertama kali pada 2018 lalu. Nyudi menegaskan bahwa tahun ini ada sesuatu yang berbeda dibandingkan acara tahun-tahun sebelumnya.
"Yang berbeda salah satunya tahun ini kami tidak hanya menampilkan batik saja, tetapi juga ada produk turunannya seperti craft, tas, dan sebagainya sehingga batik tidak hanya akan lebih menarik dilihat," ujarnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Film Supergirl hanya meraup 38 juta dolar AS pada debut box office domestik. Hasil ini memunculkan pertanyaan besar tentang masa depan DC Universe era James Gun
Pemkot Pekalongan meluncurkan tiga aplikasi digital baru untuk mempercepat pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan mendukung transformasi dig
Kapten Tanjung Verde Ryan Mendes diselidiki polisi Selandia Baru atas dugaan pemerkosaan. Insiden terjadi Maret 2026 di Auckland. FIFA angkat bicara!
PKK Bausasran mengolah limbah dapur menjadi Eco Enzyme dan menghasilkan lebih dari 60 liter sabun cair multifungsi untuk kebutuhan warga.
BPBD Bantul mencatat 19 kasus kebakaran selama Mei 2026 dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.