DPRD Bantul Tuntaskan 7 dari 12 Raperda Tahun Ini
DPRD Bantul telah membahas 7 dari 12 Raperda 2026. Lima Raperda tersisa ditargetkan rampung dibahas hingga akhir tahun.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY menyebutkan, kasus bunuh diri yang marak beberapa waktu belakangan merupakan imbas dari dampak pandemi Covid-19 yang membuat beberapa perubahan dan tuntutan hidup semakin berat.
Perilaku dan karakter orang yang biasa menjalani aktivitas secara daring sewaktu pandemi, tiba-tiba berubah normal kembali setelah Covid-19 mereda disinyalir berpengaruh terhadap fenomena itu. Sebagaimana diketahui dalam kurun September-Oktober ini sudah empat kasus bunuh diri di DIY.
Kepala DP3AP2 DIY Erlina Hidayati Sumardi menjelaskan, orang menjadi tidak mudah dan biasa bersosialisasi setelah pandemi Covid-19 mereda. Komunikasi secara langsung antar individu menjadi masalah baru, sehingga menimbulkan kesenjangan relasi antara sesama. Hal ini diperparah dengan pola kehidupan yang normal kembali dan berdampak pada banyaknya orang yang gagal beradaptasi serta menimbulkan masalah baru.
"Relasi interaksi langsung kan berbeda dengan tidak langsung sehingga sedikit banyak juga berpengaruh. Juga kondisi komunikasi dengan keluarga itu juga sangat berpengaruh, pola asuh parenting keluarga terhadap kesehatan mental seseorang, baik anak dan dewasa juga sangat penting," katanya, Sabtu (14/10/2023).
BACA JUGA: Kronologi Mahasiswa UMY Loncat dari Lantai 4 Asrama hingga Meninggal Dunia
Apalagi dengan kondisi jauh dari keluarga seperti halnya pelajar atau mahasiswa. Tekanan yang dialami tentu akan semakin tinggi. Dimungkinkan pula sebelum pisah dan menempati daerah baru ada konflik dan ketidakharmonisan, yang ketika tinggal sendiri semakin melebar. Adaptasi yang gagal di tempat tinggal yang baru turut dianggap sebagai salah satu pemicu munculnya keinginan untuk bunuh diri.
"Juga tekanan seperti perbedaaan kualitas pendidikan juga berbeda dengan di Jogja dengan tempat terpencil lainnya. Mungkin dirasa lebih berat dan kurang supporting dari sosial setempat sehingga menambah beban lagi. Faktor ekonomi, kekurangan pasokan pembiayaan misalnya sehingga untuk hidup di Jogja jadi lebih berat ketika sendirian. Ini berpengaruh," ujarnya.
Menurut Erlina, siapapun yang merasa mengalami tekanan dan masalah kesehatan mental Pemda DIY sudah membuka sejumlah layanan gratis yang bisa diakses. Misalnya saja telekonseling sahabat anak dan keluarga. Selain di Pemda, masing-masing kabupaten dan kota juga menyediakan layanan tersebut yang bisa diakses 24 jam. Selain itu juga ada layanan hotline service 129 yang juga bisa diakses.
"Sebetulnya bantuan yang disediakan itu cukup lengkap. Seandainya tidak menarik diri. Artinya mau mengakses, tidak malu tidak merasa itu aib ketika ada permasalahan yang ingin dicurhatkan dan ingin mendapat solusi sebetulnya itu yang ingin kita harapkan. Supaya sebagaian besar anak-anak kita, semoga mereka mau mengakses layanan ini dan semongga terbantu," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul telah membahas 7 dari 12 Raperda 2026. Lima Raperda tersisa ditargetkan rampung dibahas hingga akhir tahun.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 23 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Bapanas mencatat penyaluran CBP mencapai 1,65 juta ton hingga Agustus 2026 untuk menjaga pasokan dan mengendalikan harga beras.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
DPRD Jogja menyoroti digitalisasi bansos dan potensi tumpang tindih anggaran dengan Dindukcapil terkait Identitas Kependudukan Digital.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 23 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.