Santri di Sleman Bisa Daftar SPMB Jalur Domisili Wilayah
SPMB Sleman 2026 jalur Domisili Wilayah beri kemudahan bagi santri dan anak panti asuhan untuk mendaftar sekolah. Simak syarat dan jadwal lengkapnya.
Sebuah truk air terperosok di jurang di Dusun Sangon I Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo pada Jumat (13/10/2023). Istimewa/Polres Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebuah truk air terperosok di jurang di Dusun Sangon I Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo pada Jumat (13/10/2023) sekira pukul 17.30 WIB.
Truk bernomor polisi AB8520NK tersebut sedang dalam perjalanan untuk memberi bantuan air bersih di wilayah Sangon II.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti, mengatakan bahwa kejadian berawal ketika truk yang dikendarai Nur Kholis, 25, warga Purworejo tersebut sampai di tanjakan di Dusun Sangon I dan mengalami mati mesin.
BACA JUGA: Target 0% Angka Kemiskinan di Kulonprogo Sulit, Ini Alasan Pemkab
"Truk lalu mundur sehingga truk terguling terperosok ke jurang sedalam kurang lebih sepuluh meter," kata Noviartuti dihubungi, Sabtu (14/10/2023).
Noviartuti menambahkan bahwa setelah berada di dasar jurang, truk dengan kernet bernama Miswahudin, 22, tersebut sempat terbakar pada bagian kabin. Sebabnya konsleting pada accu truk. Kemudian, warga sekitar lantas menggunakan air dalam tangki truk tersebut untuk memadamkan api.
Dalam kejadian tersebut, tidak ditemukan korban jiwa. Namun demikian, Nur Kholis mengalami memar di kepala, lalu bagian siku tangan sebelah kiri mengalami luka sobek dan mendapat lima jahitan. Sementara, Miswahudin tidak mengalami luka.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Budi Prastawa, mengatakan truk tersebut bukan miliki BPBD Kulonprogo.
“Truk bertangki air itu bukan punya BPBD. Info sementara punya komunitas tambak ikan. Kapasitasnya sepertinya 4.000 liter,” kata Budi.
Dia menerangkan bahwa dalam proses dropping air akan ditemui kendala-kendala tertentu berkaitan dengan akses.
Menurut dia jalan perbukitan yang sering berbatu menyebabkan ban armada pecah. Selain itu, letak penampungan air yang kadang berada di puncak bukit menyebabkan armada tidak dapat naik sampai lokasi penampungan.
“Memang medannya ekstrem dan berat. Beberapa peristiwa kami [BPBD Kulonprogo] pernah alami juga seperti ban armada pecah soalnya jalan menanjak dan berbatu,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Sleman 2026 jalur Domisili Wilayah beri kemudahan bagi santri dan anak panti asuhan untuk mendaftar sekolah. Simak syarat dan jadwal lengkapnya.
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.
KPK memeriksa dua pejabat Kemenhub terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut nasib guru honorer 2027 masih dibahas pemerintah. Guru non-ASN dipastikan tetap bekerja hingga 2026.
Begini cara membaca nilai TKA 2026 lengkap dengan arti skor, kategori hasil ujian, dan syarat mendapatkan predikat istimewa.
Prabowo Subianto membagikan 109 hewan kurban untuk warga Babakan Madang, Bogor, menjelang Iduladha 1447 Hijriah.