Pemkot Jogja Siapkan Dana Rp100 Juta Hadapi Kenaikan Harga Pangan Akhir Tahun

Triyo Handoko
Triyo Handoko Minggu, 15 Oktober 2023 14:47 WIB
Pemkot Jogja Siapkan Dana Rp100 Juta Hadapi Kenaikan Harga Pangan Akhir Tahun

Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Aswaddy Hamid

Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja telah menganggarkan dana untuk mengantisipasi melambungnya harga pangan di akhir tahun nanti. Rencananya, Pemkot Jogja akan mensubsidi harga pangan sebesar Rp2.000 per kilogramnya untuk 50 ton bahan pangan.

Total anggaran untuk mengantisipasi melambungnya harga pangan di Kota Jogja tersebut Rp100 juta. Dana itu belum final lantaran masih dibahas dalam perubahan anggaran.

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja yang mengusulkan anggaran tersebut juga masih mencari cara terbaik agar harga bahan pangan di akhir tahun tak begitu melambung.

BACA JUGA: Pemda DIY Menggencarkan Operasi Pasar untuk Menekan Harga Beras

“Akhir tahun ini jadi salah satu momen yang umum untuk harga-harga naik, karena ada hari raya besar juga dan libur panjang. Tentu kami juga sudah menyiapkan langkah agar tidak begitu melabung,” jelas Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Jogja Sri Riswanti, Minggu (15/10/2023).

Riswanti mencontohkan usaha untuk mengantisipasi harga pangan yang tinggi sudah dilakukan dengan penyaluran beras sebanyak 40 ton di lima pasar dengan harga yang terjangkau. “Meskipun sudah diantisipasi tentu juga harus ada cara lain untuk mengatasinya jika terjadi apaligai ini sudah jadi hal wajar di akhir tahun, kami siapkan dua skenario untuk itu,” paparnya.

Skenario untuk mengatasi kenaikan harga bahan pangan di akhir tahun yang pertama, jelas Riswanti, adalah memberikan bantuan subsidi logistik bahan pokok sebesar Rp2.000 per kilogramnya. “Bantuan ini kami berikan agar harga bahan pangan dapat tetap terkendali meskipun naik, dimana nanti akan kami kerjasamakan dengan Bulog,” katanya.

Subsidi logistik bahan pangan itu, lanjut Riswanti, semata-mata bertujuan agar harga bahan pangan terjangkau. “Tujuannya agar masyarakat dapat menjangkaunya, keuntungannya tetap pada masyarakat,” ujarnya.

Sementara skenario kedua mengantisipasi kenaikan harga, sambung Riswanti, dengan melakukan operasi pasar. “Kalau ini sasarannya end user langsung yaitu masyarakat, operasi pasar ini akan menjangkau masyarakat secara langsung tidak dengan perantara distributor atau supplier,” terangnya.

Dua skenario itu belum diputuskan Disdag Jogja, menurut Riswanti, akan disesuaikan dengan kondisi langsung yang terjadi nantinya. “Keputusannya akan pakai cara yang mana tergantung situasi, ini perlu dilihat lebih cermat nanti, terpenting agar harga terjangkau dan masyarakat dapat mendapatkannya dengan mudah,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online