Gunungkidul Siapkan Listrik Tenaga Surya, Antisipasi Mati Lampu
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Seorang pekerja sedang membersihkan reruntuhan atap ruang UKS di SDN Candibaru 1 di Kalurahan Jatiayu, Karangmojo yang selama ini digunakan menjadi tempat belajar darurat siswa di sekolah tersebut. Rabu (18/10/2023). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kerusakan bangunan di SD Negeri Candibaru 1 di Padukuhan Kerdon, Jatiayu, Karangmojo, Gunungkiudl semakin parah. Hal ini terlihat dari ambruknya atap ruang UKS yang dipergunakan untuk ruang belajar darurat bagi siswa kelas 2.
Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Namun para siswa terpaksa mengungsi sementara waktu untuk belajar ke musala sekolah.
Kepala SDN Candibaru 1, Winarna mengatakan, peristiwa ambruknya atap ruang UKS terjadi pada Selasa (17/10/2023) sekitar pukul 12.00 WIB. Beruntungnya pada saat kejadian, para siswa sudah pulang sehingga tidak ada korban apapun dalam peristiwa ini.
BACA JUGA : Sudah Usang, Plafon Ruang Kelas SDN Sendangsari Patuk Ambrol
“Sudah pulang dan saat kejadian siswa lain sedang menjalankan Salat Dhuhur, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan saat dilihat ternyata atap ruang UKS ambruk,” kata Winarna kepada wartawan, Rabu (18/10/2023).
Menurut dia, ambruknya atap ruang kelas darurat ini terjadi karena kayu penyangga yang sudah lapuk. Untuk sementara sudah dilakukan kegiatan bersih-bersih bekas reruntuhan enternit di ruang tersebut.
“Sudah mulai dibersihkan hari ini dan para siswa untuk sementara belajar di Musala sekolah,” katanya.
Winarna menjelaskan, proses belajar yang menggunakan tempat belajar karena sudah tidak memiliki ruangan yang representative. Gedung sekolah yang seyogyanya untuk belajar sudah mengalami kerusakan sejak 2020 lalu dan hingga sekarang belum ada perbaikan.
“Ini sudah menggunakan kelas darurat karena Gedung utama rusak, maka ruang UKS disulap untuk belajar siswa. Malahan pada Selasa siang atapnya ambrol,” katanya.
Ia berharap berbagai kerusakan yang terjadi di sekolahnya diharapkan bisa segera diperbaiki. Winarna tidak menampik sudah mengusulkan ke Pemkab Gunungkidul untuk perbaikan, tapi hingga sekarang belum juga diperbaiki.
BACA JUGA : Miris! Pintu Jebol dan Atap SD Negeri di Gunungkidul Ini Nyaris Ambruk
“Mudah-mudahan cepat diperbaiki untuk memberikan tempat yang representative dan aman bagi anak-anak pada saat kegiatan belajar berlangsung,” katanya.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih sudah melihat kerusakan yang terjadi di SDN Candibaru 1. Ia menilai kondisinya sangat memprihatinkan karena ada gedung utama sekolah nyaris ambruk karena bagian atapnya yang melengkung.
“Harus cepat diperbaiki karena menyangkut keselamatan anak-anak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 di UNY memperkuat kolaborasi daerah untuk mempercepat transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Registrasi SIM card baru mulai 1 Juli 2026 wajib menggunakan verifikasi biometrik wajah sesuai Permen Komdigi Nomor 7 Tahun 2026.
Institut Kemandirian Dompet Dhuafa memperluas peluang kerja hingga Jepang melalui pelatihan vokasi, kemitraan industri, dan sertifikasi kompetensi.
DJP menetapkan pemungutan pajak marketplace mulai 1 Agustus 2026. Berlaku bagi seller beromzet di atas Rp500 juta per tahun.
Kemenkes menyebut putusan MK yang menolak uji materi UU Kesehatan memperkuat dasar hukum penanganan KLB dan wabah di Indonesia.