Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Seorang pekerja sedang membersihkan reruntuhan atap ruang UKS di SDN Candibaru 1 di Kalurahan Jatiayu, Karangmojo yang selama ini digunakan menjadi tempat belajar darurat siswa di sekolah tersebut. Rabu (18/10/2023). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kerusakan bangunan di SD Negeri Candibaru 1 di Padukuhan Kerdon, Jatiayu, Karangmojo, Gunungkiudl semakin parah. Hal ini terlihat dari ambruknya atap ruang UKS yang dipergunakan untuk ruang belajar darurat bagi siswa kelas 2.
Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Namun para siswa terpaksa mengungsi sementara waktu untuk belajar ke musala sekolah.
Kepala SDN Candibaru 1, Winarna mengatakan, peristiwa ambruknya atap ruang UKS terjadi pada Selasa (17/10/2023) sekitar pukul 12.00 WIB. Beruntungnya pada saat kejadian, para siswa sudah pulang sehingga tidak ada korban apapun dalam peristiwa ini.
BACA JUGA : Sudah Usang, Plafon Ruang Kelas SDN Sendangsari Patuk Ambrol
“Sudah pulang dan saat kejadian siswa lain sedang menjalankan Salat Dhuhur, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan saat dilihat ternyata atap ruang UKS ambruk,” kata Winarna kepada wartawan, Rabu (18/10/2023).
Menurut dia, ambruknya atap ruang kelas darurat ini terjadi karena kayu penyangga yang sudah lapuk. Untuk sementara sudah dilakukan kegiatan bersih-bersih bekas reruntuhan enternit di ruang tersebut.
“Sudah mulai dibersihkan hari ini dan para siswa untuk sementara belajar di Musala sekolah,” katanya.
Winarna menjelaskan, proses belajar yang menggunakan tempat belajar karena sudah tidak memiliki ruangan yang representative. Gedung sekolah yang seyogyanya untuk belajar sudah mengalami kerusakan sejak 2020 lalu dan hingga sekarang belum ada perbaikan.
“Ini sudah menggunakan kelas darurat karena Gedung utama rusak, maka ruang UKS disulap untuk belajar siswa. Malahan pada Selasa siang atapnya ambrol,” katanya.
Ia berharap berbagai kerusakan yang terjadi di sekolahnya diharapkan bisa segera diperbaiki. Winarna tidak menampik sudah mengusulkan ke Pemkab Gunungkidul untuk perbaikan, tapi hingga sekarang belum juga diperbaiki.
BACA JUGA : Miris! Pintu Jebol dan Atap SD Negeri di Gunungkidul Ini Nyaris Ambruk
“Mudah-mudahan cepat diperbaiki untuk memberikan tempat yang representative dan aman bagi anak-anak pada saat kegiatan belajar berlangsung,” katanya.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih sudah melihat kerusakan yang terjadi di SDN Candibaru 1. Ia menilai kondisinya sangat memprihatinkan karena ada gedung utama sekolah nyaris ambruk karena bagian atapnya yang melengkung.
“Harus cepat diperbaiki karena menyangkut keselamatan anak-anak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Gempa M7,7 di Flores, NTT, menyebabkan 200 BTS mengalami gangguan di 10 kabupaten/kota. Komdigi bersama operator seluler melakukan pemulihan jaringan.
Menganggur bukan berarti keuangan harus berantakan. Simak 8 cara menghemat pengeluaran agar uang bertahan lebih lama saat belum memiliki pemasukan.