Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Seorang pemulung tengah memilah sampah di TPST Piyungan beberapa waktu lalu./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul tengah menjajaki sejumlah lokasi untuk dijadikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). TPST ini nantinya diarahkan mengolah sampah residu komunal, mendukung pengolahan sampah di setiap kalurahan.
Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo, mengatakan Pemkab Bantul saat ini tengah berupaya memilih beberapa tempat untuk mengolah sampah. “Harapannya nanti bisa digunakan untuk menyelesaikan pengolahan sampah,” ujarnya, Kamis (19/10/2023).
Beberapa lokasi yang saat ini sedang disurvei diantaranya di Kalurahan Wukirsari, Imogiri; Murtigading, Sanden; Panggungharjo, Sewon; Guwosari, Pajangan; dan Karangtengah, Imogiri. “Sedang dilakukan survey dan kajian, harapannya ada yang memenuhi syarat dan kriteria,” katanya.
BACA JUGA: Wilayah Selatan Garut Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 5,4, Ini Penjelasan BMKG
Karena masalah pengolahan sampah ini sensitif di tengah masyarakat, maka pihaknya berkoordinasi dan sosialisasi dengan kalurahan sekaligus dengan masyarakat di sekitarnya. “Supaya nanti tidak terjadi persoalan di kemudian hari,” paparnya.
TPST ini diarahkan untuk mengolah sampah residu saja, karena sampah yang masih bisa didaurulang harapannya sudah terselesaikan di tingkat kalurahan. “Sehingga tidak menimbulkan persoalan sampah yang sedemikian hebat,” kata dia.
Adapun pengolahan sampah di tingkat kalurahan, dilakukan dengan skema dana Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (P2BMP). Dalam skema tersebut, setiap padukuhan mendapat anggaran Rp50 juta yang bisa digunakan untuk pengolahan sampah.
Di samping itu, ia juga mengajak dunia usaha melalui Corporate Social Responsibility (CSR) bisa dialokasikan untuk pengolahan sampah. “Ini sudah kami komunikasikan kepada para pengusaha yang ada di wilayah Bantul,” ungkapnya.
Sekda Bantul, Agus Budi Raharja, menegaskan pengolahan sampah kedepan tidak terpusat seperti dulu lagi. “Beberapa titik yang nanti secara kumulatif bisa menyelesaikan semua, terutama residu dan juga sampah yang untuk fasilitas publik,” katnaya.
BACA JUGA: Terbaru dari Sleman! Buka Peluang Usaha Tani Organik Berbasis Kawasan
Adapun TPST yang sudah terbangun yakni di Modalan, Banguntapan dan Niten, Kasihan. Untuk TPST berikutnya, Pemkab Bantul menjajaki kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dalam penyediaan teknologi pemusnah sampah residu. “Jadi bisa selesai sampai penanganan residu,” ungkapnya.
I menargetkan tahun ini bisa menambah satu lagi TPST, jika survey lokasi dan uji kelayakan menemukan lokasi yang sesuai. “Tahun ini disamping yang sudah mulai proses, mungkin kita bisa tambah satu,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Thomas Tuchel mengungkap kondisi pemain Man City di Timnas Inggris setelah klub dinyatakan bersalah melanggar aturan finansial Premier League.
Hasil Kualifikasi MotoGP Jepang 2026, Jorge Martin merebut pole setelah mengalahkan Marc Marquez di Q2 MotoGP Motegi.
Ancaman seluler makin tertarget di Asia Pasifik. Kaspersky mencatat 15.163 deteksi di Indonesia pada Q1 2026.
Head to head Indonesia vs Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda terakhir menang pada 2016 dan tanpa kemenangan dalam 6 laga berikutnya.
Pemerintah membuka registrasi Perlinsos Digital untuk memutakhirkan data calon penerima bansos yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pada 2027. Masyaraka