Satpol PP Sleman Minta Warga Waspada El Nino dan Larangan Bakar Sampah
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
Kawasan Alun-alun Wates, Kulonprogo, Senin (20/4/2020). /Dok.Harian Jogja.
Harianjogja.com, KULONPROGO--Rencana relokasi SMPN 1 Wates ke gedung baru terus disiapkan. Saat ini proses pembanguan gedung baru masih berlangsung. Target paling dekat, gedung laboratorium akan diselesaikan pada bulan Desember 2023.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Disdikpora Kulonprogo, Dorojatun Kuncoroyakti, mengatakan pembangunan gedung laboratorium SMPN 1 Wates di kompleks baru akan selesai Desember 2023.
"SMPN 1 Wates kami relokasi ke Tunjungan, Wates. Satu komplek dengan relokasi SD dan FRC [Field Research Center] UGM. Pembangunan gedung baru belum jadi. Target untuk Desember itu jadi untuk gedung laboratorium," kata Kuncoroyakti dihubungi, Selasa (24/10/2023).
BACA JUGA : Kampung Mati di Kulonprogo Benar-Benar Mati, Penghuni Terakhir Pergi
Kuncoroyakti menambahkan proses relokasi secara keseluruhan setidaknya baru dapat dilakukan sekitar 3-4 tahun lagi. Tahun depan, rekanan akan melanjutkan menyelesaikan kantor dan kelas.
"Siswa masih tetap di bangunan lama. Kami akan merelokasi bila sudah siap gedung yang baru," katanya.
Lebih jauh, Kuncoroyakti menerangkan relokasi dilakukan karena adanya kebijakan perluasan kawasan Alun-alun Wates oleh Pemkab. Beberapa bangunan terdampak yang satu di antaranya SMPN 1 Wates.
"Pembangunan [gedung sekolah] tahap pertama di tahun 2018, tahap kedua di 2019 namun pada 2020 dan 2021 serta 2022 tidak ada pembangunan karena Covid, baru dilanjut di 2023," ucapnya.
Sebagai informasi, SMPN 1 Wates memiliki 576 siswa yang terdiri dari 245 siswa laki-laki dan 331 perempuan. Sementara untuk guru dan tenaga pendidik lain total ada 44 orang.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo, mengatakan pembangunan gedung sekolah baru menginjak tahun ketiga. Anggaran pembangunan fisik gedung tahun 2023 mencapai Rp6,5 miliar.
Arif mengaku pembangunan gedung menjadi prioritas utama. Sementara untuk perlengkapan belajar mengajar, dia mengaku para siswa masih dapat menggunakan yang ada di sekolah lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
KY meloloskan 42 kandidat hakim MA 2026 ke tahap kesehatan dan kepribadian. Publik diminta ikut mengawasi rekam jejak peserta.
Kemenag Sleman memetakan 1.039 lokasi Salat Iduladha 2026. Ngemplak terbanyak, Moyudan jadi wilayah dengan jemaah terpadat.
Bank Jateng dukung Rakernas ADPLK 2026 untuk memperkuat industri DPLK yang modern, inovatif, dan berintegritas.
Sapi kurban Presiden Prabowo dikirim ke Pulau Laut Natuna lewat perjalanan laut penuh tantangan demi warga perbatasan Indonesia.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.