KDMP Gunungkidul Dibangun di 30 Titik, Ini Persoalan di Lapangan
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Ilustrasi penyakit cacar - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Mencegah persebaran penyakit cacar monyet atau monkeypox di DIY, Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY segera menggelar pemeriksaan alias skrining terhadap kelompok tertentu.
Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan sebagian besar penderita cacar monyet ditemukan pada kelompok tertentu yang biasa ditularkan melalui hubungan kontak fisik. Pihaknya akan menyasar pemeriksaan atau skrining kepada kelompok tersebut guna mencegah persebaran muncul di wilayahnya.
"Sebenarnya kami kan selalu upayakan deteksi dini terutama sasarannya kepada mereka yang kelompok tertentu itu diprioritaskan," kata Pembajun, Kamis (2/11/2023).
Sampai sekarang berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI puluhan warga Indonesia terdeteksi terpapar penyakit cacar monyet yang tersebar di sejumlah wilayah di antaranya DKI Jakarta, Bandung, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.
Menurut Pembajun, penularan cacar monyet tidak seperti virus biasanya. Seseorang akan terpapar virus itu jika melakukan kontak fisik dengan penderita. "Belum ada laporan, mudah-mudahan jangan ada laporan, tapi itu penularannya juga tidak seperti virus, jadi memang harus ada kontak langsung," ujarnya.
BACA JUGA: Sultan HB X Mengingatkan Birokrat Bukan Sekadar Pekerja Kantoran
Apalagi kebanyakan penderita penyakit ini adalah dari kelompok tertentu melalui hubungan seksual, sehingga pihaknya berharap agar masyarakat turut melakukan pencegahan dengan mendatangi fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) jika mengalami gejala seperti cacar monyet.
"Jangan sampai masuk DIY ya, kita berharap bahwa mereka yang kemudian terkondisi seperti itu segera datang ke fasyankes, kalau gejalanya timbul. Misalnya demam dan yang paling penting adalah pembengkakan kelenjar getah benih," ujarnya.
Pihaknya mengaku layanan di fasyankes setempat juga siap. Para tenaga kesehatan (nakes) di sejumlah rumah sakit (RS) dan Puskesmas juga telah dibekali pengetahuan untuk menghadapi pasien dengan gejala dan suspect cacar monyet. "Fasyankes siap semua, kita juga sudah edukasi semua teman-teman nakes Puskesmas dan RS," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Media Vietnam menyarankan Malaysia meniru strategi Singapura untuk mengejar ketertinggalan dari Vietnam pada semifinal Piala AFF 2026.
BMKG mencatat 2.768 gempa susulan pascagempa M7,7 di Flores, NTT hingga Rabu (19/8/2026). Aktivitas seismik masih fluktuatif dan butuh waktu stabil.
Komisi D DPRD Jogja mendesak kejelasan mekanisme dan penganggaran Posyandu usai aturan Kemendagri terkait enam SPM memicu kebingungan daerah.
Sleman City Hall (SCH) menghadirkan rangkaian program dan aktivitas sepanjang Agustus 2026 melalui tema “YouthNited Nation”
Bareskrim Polri mengungkap kasus TPKS oleh pelatih panjat tebing HB terhadap lima atlet putri. Tersangka dijerat UU TPKS dan terancam pidana tambahan