Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pementasan kesenian pada kegiatan Festival Budaya Imogiri di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rabu (8/11/2023). (Antara/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kebudayaan DIY telah menetapkan Imogiri sebagai bagian dari Poros Mataram Islam, di samping Kotagede dan Pleret. Pemkab Bantul pun terus mendorong pengembangan seni-budaya di wilayah ini.
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Nugroho Eko Setyanto menjelaskan saat ini sudah terbentuk Badan Pengelola Kawasan Cagar Budaya, yang nantinya akan berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Bantul untuk merencanakan dan menata pengembangan Imogiri.
“Untuk program kebudayaan sudah banyak disentuh, kami coba masuk melalui Rintisan Kalurahan Budaya dan Kalurahan Budaya. Di situ mengelola semua objek kebudayaan. Tidak hanya kesenian, tapi semua objek kebudayaan yang ada harus dikelola,” ujarnya dalam pembukaan Festival Budaya Imogiri, di Terminal Imogiri, Rabu (8/11/2023).
Festival Imogiri ini menjadi salah satu upaya untuk mengangkat seni-budaya di wilayah Imogiri. Berlangsung dua hari, Rabu dan Kamis (8-9/11/2023), dalam kegiatan ini ditampilkan seni karawitan, tari-tarian, jathilan dan sebagainya dari warga Imogiri.
Badan Pengelola Kawasan Cagar Budaya untuk wilayah Imogiri, Sudaryanto, menuturkan cagar budaya terdiri dari dari cagar budaya benda dan tak benda. “Ini warisan budaya yang perlu diuri-uri, dikembangkan dan dikelola dengan baik, sehingga nanti bisa membawa dampak kemakmuran bagi masyarakat setempat,” kata dia.
Ia berharap masyarakat Imogiri terus mengembangkan seni-budaya yang menjadi potensi di wilayah tersebut dengan berbagai kreasi, namun tetap tidak meninggalkan pakemnya. “Sekarang banyak misalnya jathilan atau tari, kreasi banyak sekali. Namun klasiknya jangan ditinggalkan,” katanya.
BACA JUGA: Tenang, Cacar Monyet Ditanggung BPJS Kesehatan, Ini Kriterianya
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menuturkan Imogiri adalah bagian dari pusat kejayaan Islam masa lalu yang meninggalkan berbagai macam warisan budaya. “Masyarakat Imogiri diharapkan memiliki peran lebih besar untuk mengembangkan warisan budaya itu,” ungkapnya.
Beberapa warisan budaya di antaranya terkait kerajinan yang masih terpelihara dengan baik hingga saat ini, di antaranya produksi batik di Giriloyo, wayang kulit atau tatah sungging di Pucung dan warangka keris di Girirejo.
Sedangkan untuk warisan budaya benda yakni Makam Pajimatan yang dari sisi kebudayaan nasional sangat penting. “Banyak dikunjungi wisatawan religi. Ini menunjukkan bahwa Imogiri harus kita garap. Potensi budayanya sangat besar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Kualitas tidur berperan penting menjaga kesehatan otak. Kurang tidur dapat memengaruhi memori, konsentrasi hingga fungsi kognitif.
Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 14–17 Oktober 2026 di Makassar
Presiden Prabowo menunjuk Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria pada 1 Oktober 2026 setelah sebelumnya menjabat Wakapolri.
Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi. Enam penerbangan mengalami keterlambatan hingga pukul 11.00 WIB.