Trans Jogja Masuk Gunungkidul Masih Wacana, Ini Harapan Warga
Rute Trans Jogja ke Gunungkidul belum terealisasi meski dikaji sejak 2025. Warga berharap layanan ini mengurangi kepadatan Jalan Jogja-Wonosari.
Kepala BBWSSO Gatut Bayuadji (ketiga dari kanan) saat menyerahkan bantuan air bersih kepada warga di Padukuhan Karang, Ngalang, Gedangsari, Jumat (10/11/2023)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ratusan warga di Padukuhan Karang, Ngalang, Gedangsari mengalami krisis air bersih. Sungai yang biasanya menjadi penolong selama puluhan tahun saat kemarau kini mengering dan tak bisa dimanfaatkan lagi.
Akibatnya, warga ini banyak yang menggantungkan pada pemberian air bersih. Salah seorang warga RT01/RW07, Padukuhan Karang, Ngalang, Gedangsari, Sagiyo mengatakan, sudah tiga bulan terakhir warga di RT 01 dan RT 02 mengalami kesulitan air bersih. “Wilayah kami sumber airnya sedikit karena berada di lereng perbukitan,” kata Sagiyo kepada wartawan, Jumat (10/11/2023).
Menurut dia, kondisi kemarau Panjang di tahun ini sangat berdampak karena membuat Sungai Dungwuluh menjadi mengering. Akibatnya, warga tidak memiliki alternatif lagi untuk mendapatkan air bersih.
Sagiyo mengungkapkan, keberadaan Sungai ini sempat menjadi andalan warga selama puluhan tahun. Pasalnya, saat kemarau bisa menjadi penolong karena bisa dimanfaatkan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Dulu di pinggir-pinggir digali masih ada airnya. Tapi, sekarang terjadi kemarau Panjang, sumbernya sudah habis dan ini baru terjadi kali ini,” ungkapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Sagiyo mengakui ada instalasi Spamdes untuk mencukupi kebutuhan air di dua RT yang dibangun di 2020 lalu. Namun, instalasi ini juga terdampak kemarau Panjang karena sumbernya juga sudah mengering. “Kami tidak membeli air dan hanya mengandalkan bantuan. Total sudah ada puluhan tangki yang diberikan ke wilayah kami sejak terjadinya kemarau Panjang,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Dukuh Karang, Bardiyanto. Menurut dia, Spamdes yang dikelola macet karena debitnya tidak mencukupi. “Airnya sering telat-telat saat dipompa. Baru dihidupkan lima menit sudah tidak keluar air lagi dan harus menunggu,” katanya.
Adapun air Sungai yang jadi alternatif juga ikut terdampak karena sumbernya juga mengering. “Banyak selang-selang yang menuju ke Sungai tapi sudah tidak ada airnya lagi,” katanya.
BACA JUGA: 395 Tangki Air Bersih Tersalurkan ke Terdampak Kekeringan di Bantul
Bardiyanto mengungkapkan warga terdampak di Padukuhan Karang ada 35 Kepala Keluarga. Rinciannya 22 KK di RT01 dan RT02 ada 12 KK. “Ya kalau total ada sekitar 120 jiwa di dua RT dan baru tahun ini terjadi kekeringan yang parah sehingga warga bergantung pada pemberian bantuan air bersih,” katanya.
Ditambahkannya, banyak bantuan masuk selain dari pihak swasta dan Pemerintah Kalurahan Ngalang, juga ada bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Ia berharap kepada BBWSSO agar tidak hanya memberi bantuan air, tapi juga diberikan fasilitas intasalasi air yang permanen. “Bantuan air hanya sementara, tapi yang dibutuhkan instalasi sumber agar bisa mencukupi kebutuhan Masyarakat. Mudah-mudahan bisa dikabulkan,” katanya.
Kepala BBWSSO Gatut Bayuadji mengatakan, siap memfasilitasi keluahan warga di Padukuhan Karang. Namun demikian, untuk fasilitas instalasi pengolahan air harus melalui kajian terlebih dahulu. “Sudah ada instalasi yang dibangun, tapi macet. Jadi, harus ada kajian dulu agar nantinya bisa optimal dan bermanfaat bagi Masyarakat,” kata Gatut.
Untuk solusi sementara, ia mengakui siap memberikan suplai secara berkala bantuan air bersih kepada warga di Padukuhan Karang. “Hari ini dua tangki dulu dan kalau sudah habis, kami akan rutin memasok bantuan selama warga membutuhkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rute Trans Jogja ke Gunungkidul belum terealisasi meski dikaji sejak 2025. Warga berharap layanan ini mengurangi kepadatan Jalan Jogja-Wonosari.
Sebanyak 15 pembalap MotoGP dikabarkan menolak balapan di Qatar 2026 karena kekhawatiran keselamatan di tengah konflik Timur Tengah.
OJK dan Satgas Pasti menangani 330 aktivitas keuangan ilegal pada Agustus–September 2026. IASC memblokir 702.833 rekening terkait penipuan.
Jadwal bola 27–28 Oktober 2026: PSS vs Borneo, laga Serie A, DFB Pokal, Carabao Cup, Copa del Rey, dan kompetisi Asia.
Menaker Yassierli menargetkan pembahasan awal UMP 2027 rampung akhir November 2026. Penetapannya mengacu pada PP Nomor 49 Tahun 2025.
Pemerintah menyiapkan storage minyak mentah di dalam negeri agar impor bisa langsung masuk ke Indonesia dan memperkuat ketahanan energi.