PSS Sleman Kalah Dramatis di Final, Rekor Kandang Akhirnya Pecah
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Wacana desentralisasi sampah dengan menjadikan sejumlah tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle (TPS3R) sebagai percontohan tengah santer terdengar. Di Sleman, ada puluhan (TPS3R) yang telah berpotensi jadi percontohan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani mencatat ada 32 TPS3R yang telah berdiri di Sleman. Tak berhenti sampai di situ, DLH Sleman malah berencana menambah pembangunan TPS3R lagi kedepannya. "Sementara ini kita akan membangun tujuh TPS3R lagi," jelas Epi pada Jumat (10/112023).
Baca Juga: Kapasitas Pengelolaan Sampah TPS3R Nitikan Ditingkatkan dengan Menambah Alat
Epi mengatakan satu TPS3R mampu mengelola sampah dari 500-700 KK. Capaian ini tentu baik untuk mengurangi beban pengelolaan sampah. "Kalau kita tidak dibantu mereka ya kita bakal kesulitan," katanya.
Baca Juga: Tak Semua Kalurahan Harus Punya TPS3R, Pemkab Bantul Beberkan Alasannya
Seperti namanya, TPS3R harus menerapkan konsep Reduce-Reuse-Recycle. Beberapa TPS3R di Sleman juga menghasilkan produk seperti kompos hingga pakan maggot.
"Mereka bikin kompos atau untuk pakan maggot. Karena ada beberapa yang sudah kita bantu dengan rumah maggot," jelasnya.
Baca Juga: 2 TPS3R di Kulonprogo Akan Difasilitasi selama 5 Tahun
Bila wacana menjadikan sejumlah TPS3R sebagai percontohan, seharusnya Sleman punya banyak kandidat yang representatif untuk itu. Pasalnya banyak TPS3R yang masih aktif di Sleman hingga kini. " Saya kira iya ya," tandasnya.
Dari 32 TPS3R yang sudah terbangun saat ini, ada 22 TPS3R saja yang masih aktif beroperasi mengelola sampah. Hal itu lantaran adanya penurunan animo masyarakat di sejumlah lokasi TPS3R. "Masyarakat kan begitu kalau mereka mau dapat bantuan bangun-bangun begitu semangat 45. Tapi begitu mau dijalankan pas melorot semua, pada lari," ungkapnya.
"Tapi masih lebih banyak yang mau aktif [mengelola sampah]," imbuhnya. (Catur Dwi Janati)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman gagal juara usai kalah adu penalti dari Garudayaksa. Rekor kandang pecah, fokus jadi evaluasi utama.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek