PSS Sleman Libas Persiku 6-1, Siap Tatap Super League 2026/2027
PSS Sleman menang 6-1 atas Persiku Kudus di Stadion Maguwoharjo. Pieter Huistra menilai timnya siap menghadapi Super League 2026/2027.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Wacana desentralisasi sampah dengan menjadikan sejumlah tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle (TPS3R) sebagai percontohan tengah santer terdengar. Di Sleman, ada puluhan (TPS3R) yang telah berpotensi jadi percontohan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani mencatat ada 32 TPS3R yang telah berdiri di Sleman. Tak berhenti sampai di situ, DLH Sleman malah berencana menambah pembangunan TPS3R lagi kedepannya. "Sementara ini kita akan membangun tujuh TPS3R lagi," jelas Epi pada Jumat (10/112023).
Baca Juga: Kapasitas Pengelolaan Sampah TPS3R Nitikan Ditingkatkan dengan Menambah Alat
Epi mengatakan satu TPS3R mampu mengelola sampah dari 500-700 KK. Capaian ini tentu baik untuk mengurangi beban pengelolaan sampah. "Kalau kita tidak dibantu mereka ya kita bakal kesulitan," katanya.
Baca Juga: Tak Semua Kalurahan Harus Punya TPS3R, Pemkab Bantul Beberkan Alasannya
Seperti namanya, TPS3R harus menerapkan konsep Reduce-Reuse-Recycle. Beberapa TPS3R di Sleman juga menghasilkan produk seperti kompos hingga pakan maggot.
"Mereka bikin kompos atau untuk pakan maggot. Karena ada beberapa yang sudah kita bantu dengan rumah maggot," jelasnya.
Baca Juga: 2 TPS3R di Kulonprogo Akan Difasilitasi selama 5 Tahun
Bila wacana menjadikan sejumlah TPS3R sebagai percontohan, seharusnya Sleman punya banyak kandidat yang representatif untuk itu. Pasalnya banyak TPS3R yang masih aktif di Sleman hingga kini. " Saya kira iya ya," tandasnya.
Dari 32 TPS3R yang sudah terbangun saat ini, ada 22 TPS3R saja yang masih aktif beroperasi mengelola sampah. Hal itu lantaran adanya penurunan animo masyarakat di sejumlah lokasi TPS3R. "Masyarakat kan begitu kalau mereka mau dapat bantuan bangun-bangun begitu semangat 45. Tapi begitu mau dijalankan pas melorot semua, pada lari," ungkapnya.
"Tapi masih lebih banyak yang mau aktif [mengelola sampah]," imbuhnya. (Catur Dwi Janati)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman menang 6-1 atas Persiku Kudus di Stadion Maguwoharjo. Pieter Huistra menilai timnya siap menghadapi Super League 2026/2027.
DPRD DIY menyebut ada BTT sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kekeringan 2026 jika kebutuhan penanganan meningkat.
Kejati Jateng mengusut dugaan korupsi Smart Classroom di 13 daerah. Harga TV pintar diduga digelembungkan hingga enam kali lipat.
Desil Timbul, tukang becak Kulonprogo, masih tercatat 9 menurut lurah. Sebelumnya BPS menyebut desilnya telah turun menjadi 3.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.
Kejati Jateng mencatat penyelamatan keuangan negara Rp36,8 miliar dari perkara korupsi dan TPPU sepanjang Januari-Agustus 2026.