Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Ngatimin, salah seorang warga di Padukuhan Karangnongko, Kemiri merangkak tiba di balai padukuhan seusai merangkak sejauh satu kilometer dari rumahnya. Minggu (12/11/2023)./istimewa-Anggota DPRD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang warga di Padukuhan Karangnongko, Kemiri, Tanjungsari, Ngatimin rela merangkak sejauh satu kilometer dari rumahnya ke balai padukuhan setempat, Minggu (12/11/2023). Hal ini dilakukan sebagai bentuk pembayaran nazarnya karena jalan di tempatnya bisa diaspal untuk pertama kalinya.
“Di 2014 lalu saya berjanji akan berjalan merangkak kalau jalan di kampung bisa diaspal,” kata Ngatimin saat dihubungi wartawan, Senin (13/11/2023).
Dia menjelaskan, jalan di sekitar rumahnya bermula pada keluhan yang diungkapkan di 2014. Saat itu, sambung Ngatimin, jalanan masih berupa bebatuan dan jalan tanah.
Menurutnya, proses pengaspalan juga tidak langsung direalisasikan. Pasalnya, perbaikan hanya sebatas cor blok dan belum menjangkau seluruhnya.
Namun demikian, kata dia, di 2023 ada dana aspirasi dari dewan sehingga jalan bisa diaspal. “Saya pun berujar kalau diaspal, maka akan merangkak ke balai padukuhan. Ini saya tepati janji saya,” ungkapnya.
Dia mengaku saat merangkak mendapatkan dukungan dari Masyarakat. Saat berjalan dari rumah hingga balai padukuhan ada ratusan orang yang mengikutinya. "Untuk pengamanan bagian tangan berlandaskan sandal, dan memakai celana jin sehingga bagian terlidungi,” katanya.
Dukuh Karangnongko, Pamungkas Sedia Wirawan mengatakan jalan yang dibangun merupakan jalan kampung di RT 05. Ia tidak menampik, wilayah ini masuk pelosok karena pembangunan tertinggal dengan daerah lain.
Selain pengaspalan yang dilakukan di tahun ini, untuk sarana pra sarana pendukung seperti PDAM dan listrik baru masuk di 2022. Adapun kebutuhan listrik sebelum ada instalasi, warga banyak yang menyambung dari rumah ke rumah. “Adanya pengaspalan tentunya membuat warga senang dan antusias karena fasilitas yang dimiliki jadi semakin lengkap,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Gerindra, Lagiyo mengatakan, warga senang dengan pengaspalan jalan di Padukuhan Karangnongko. Bahkan, sambung dia, ada yang rela merangkak sejauh satu kilometer untuk menunaikan janjinya apabila ada pengaspalan. “Sudah tugas kami untuk menyerap aspirasi dan mewujudkan program yang bisa bermanfaat bagi warga,” katanya.
Lagiyo berharap dengan pengaspalan ini, maka bisa meningkatkan perekonomian. Salah satunya mempermudah aktivitas untuk mengangkut hasil panen. “Jalannya memang sering dilalui warga, tapi baru bisa diaspal tahun ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 24 Mei 2026 dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan lengkap dari pagi hingga malam.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.