Malioboro Dipadati 305 Ribu Wisatawan Saat Libur Sekolah
Libur sekolah membuat kunjungan Malioboro menembus 305 ribu orang dalam 10 hari. Lonjakan wisatawan turut meningkatkan volume sampah harian.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinkes Bantul mengimbau agar masyarakat mewaspadai beberapa penyakit yang berpotensi terjadi saat memasuki pancaroba.
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widyantara menyampaikan beberapa penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat antara lain penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut dia, penyakit DBD berpotensi mengalami peningkatan selama musim hujan. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, DBD masih mungkin terjadi saat musim hujan,” ujarnya melalui telepon, Kamis (16/11/2023).
Menurutnya, adanya genangan air saat musim penghujan berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penularan DBD.
Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat mengantisipasi penyebaran kasus DBD dengan menerapkan gerakan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Selain itu, menurut Agus penyakit gangguan pencernaan yang disebabkan virus atau bakteri juga berpotensi terjadi selama musim penghujan. Beberapa penyakit gangguan pencernaan yang berpotensi terjadi selama musim penghujan yaitu diare, muntaber dan tipes.
“Penyakit gangguan pencernaan terjadi karena [saat musim penghujan] banyak tempat terdapat sampah basah yang menjadi tempat perindukan lalat, dan sanitasi lingkungan yang kurang baik dapat menyebabkan gangguan pencernaan,” katanya.
BACA JUGA: Musim Kemarau Dinkes Bantul Ingatkan Mewaspadai Penyakit Saluran Pernapasan
Selain itu, menurut dia, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit leptospirosis yang disebabkan infeksi bakteri Leptospira interrogans. “Pada musim hujan air yang menggenang bisa tercemar air kencing tikus yang bisa menyebabkan terjadinya leptospirosis,” ujarnya.
Untuk menghindari berbagai penyakit tersebut, Agus berharap masyarakat tidak menimbun sampah di sembarang tempat yang didapat menjadi tempat perindukan kuman dan bakteri.
“Masyarakat jangan buang sampah sembarangan, kalau sampah mungkin bisa dikelola, dipilah dulu di rumah yang organik dan non organik, Kalau nanti harus dibuang jangan dibuang disungai dan di pinggir jalan,” ujar dia.
Dia pun meminta agar masyarakat makan makanan dengan gizi seimbang, sehingga daya tahan tubuhnya dapat terjaga. "Masyarakat dapat juga mengkonsumsi multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur sekolah membuat kunjungan Malioboro menembus 305 ribu orang dalam 10 hari. Lonjakan wisatawan turut meningkatkan volume sampah harian.
Cek jadwal SIM keliling Jogja Juli 2026 di Alun-Alun Kidul dan MPP. Lengkap dengan layanan malam, syarat, biaya, dan tips agar tidak kehabisan kuota.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp61.450/kg, telur ayam Rp29.050/kg. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru versi PIHPS Kamis pagi.
Cek jadwal SIM Sleman Juli 2026 lengkap: Satpas, SIM keliling, MPP, dan layanan malam di Sleman City Hall. Simak syarat, biaya, dan tipsnya.
Rangkuman 10 berita terpopuler Harianjogja.com edisi 9 Juli 2026, dari program MBG, investasi, hingga Mandala Krida.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Juli 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, dan biaya perpanjangan SIM A dan C.