Babad Siti Kemantren #4, Sejarah Lokal Jadi Penggerak Potensi Jogja
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinkes Bantul mengimbau agar masyarakat mewaspadai beberapa penyakit yang berpotensi terjadi saat memasuki pancaroba.
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widyantara menyampaikan beberapa penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat antara lain penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut dia, penyakit DBD berpotensi mengalami peningkatan selama musim hujan. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, DBD masih mungkin terjadi saat musim hujan,” ujarnya melalui telepon, Kamis (16/11/2023).
Menurutnya, adanya genangan air saat musim penghujan berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penularan DBD.
Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat mengantisipasi penyebaran kasus DBD dengan menerapkan gerakan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Selain itu, menurut Agus penyakit gangguan pencernaan yang disebabkan virus atau bakteri juga berpotensi terjadi selama musim penghujan. Beberapa penyakit gangguan pencernaan yang berpotensi terjadi selama musim penghujan yaitu diare, muntaber dan tipes.
“Penyakit gangguan pencernaan terjadi karena [saat musim penghujan] banyak tempat terdapat sampah basah yang menjadi tempat perindukan lalat, dan sanitasi lingkungan yang kurang baik dapat menyebabkan gangguan pencernaan,” katanya.
BACA JUGA: Musim Kemarau Dinkes Bantul Ingatkan Mewaspadai Penyakit Saluran Pernapasan
Selain itu, menurut dia, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit leptospirosis yang disebabkan infeksi bakteri Leptospira interrogans. “Pada musim hujan air yang menggenang bisa tercemar air kencing tikus yang bisa menyebabkan terjadinya leptospirosis,” ujarnya.
Untuk menghindari berbagai penyakit tersebut, Agus berharap masyarakat tidak menimbun sampah di sembarang tempat yang didapat menjadi tempat perindukan kuman dan bakteri.
“Masyarakat jangan buang sampah sembarangan, kalau sampah mungkin bisa dikelola, dipilah dulu di rumah yang organik dan non organik, Kalau nanti harus dibuang jangan dibuang disungai dan di pinggir jalan,” ujar dia.
Dia pun meminta agar masyarakat makan makanan dengan gizi seimbang, sehingga daya tahan tubuhnya dapat terjaga. "Masyarakat dapat juga mengkonsumsi multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
Si Jodie memungkinkan dokumen pencatatan sipil di Jogja selesai sehari kerja. Cek syarat dan kanal resmi pengajuannya.
Sebanyak 512 santri terdampak keracunan MBG di Sidoarjo. BGN melakukan investigasi dan menyiapkan sanksi bagi SPPG.
DPRD Sleman mendorong kuota Beasiswa Patriot Transmigrasi bagi lulusan S1 untuk melanjutkan S2 sebelum mengabdi di wilayah 3T.
Hotspot Kalbar dan Kalteng kembali naik. Menhut Raja Juli Antoni menetapkan kedua provinsi sebagai prioritas penanganan karhutla.
Delapan WNI disebut menjadi tentara Rusia. BIN dan Kemlu RI menelusuri dugaan perekrutan serta memverifikasi informasi tersebut.