27 Trash Barrier Dipasang di Sungai Kota Jogja Tahun Ini
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinkes Bantul mengimbau agar masyarakat mewaspadai beberapa penyakit yang berpotensi terjadi saat memasuki pancaroba.
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widyantara menyampaikan beberapa penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat antara lain penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Menurut dia, penyakit DBD berpotensi mengalami peningkatan selama musim hujan. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, DBD masih mungkin terjadi saat musim hujan,” ujarnya melalui telepon, Kamis (16/11/2023).
Menurutnya, adanya genangan air saat musim penghujan berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penularan DBD.
Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat mengantisipasi penyebaran kasus DBD dengan menerapkan gerakan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Selain itu, menurut Agus penyakit gangguan pencernaan yang disebabkan virus atau bakteri juga berpotensi terjadi selama musim penghujan. Beberapa penyakit gangguan pencernaan yang berpotensi terjadi selama musim penghujan yaitu diare, muntaber dan tipes.
“Penyakit gangguan pencernaan terjadi karena [saat musim penghujan] banyak tempat terdapat sampah basah yang menjadi tempat perindukan lalat, dan sanitasi lingkungan yang kurang baik dapat menyebabkan gangguan pencernaan,” katanya.
BACA JUGA: Musim Kemarau Dinkes Bantul Ingatkan Mewaspadai Penyakit Saluran Pernapasan
Selain itu, menurut dia, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit leptospirosis yang disebabkan infeksi bakteri Leptospira interrogans. “Pada musim hujan air yang menggenang bisa tercemar air kencing tikus yang bisa menyebabkan terjadinya leptospirosis,” ujarnya.
Untuk menghindari berbagai penyakit tersebut, Agus berharap masyarakat tidak menimbun sampah di sembarang tempat yang didapat menjadi tempat perindukan kuman dan bakteri.
“Masyarakat jangan buang sampah sembarangan, kalau sampah mungkin bisa dikelola, dipilah dulu di rumah yang organik dan non organik, Kalau nanti harus dibuang jangan dibuang disungai dan di pinggir jalan,” ujar dia.
Dia pun meminta agar masyarakat makan makanan dengan gizi seimbang, sehingga daya tahan tubuhnya dapat terjaga. "Masyarakat dapat juga mengkonsumsi multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.