Mentan Amran Sulaiman Izinkan Cabut Izin Beras Fortifikasi Nakal
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.
Ilustrasi musim panas - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, mengimbau masyarakat di daerah ini untuk mewaspadai potensi terkena penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan pada puncak musim kemarau tahun ini.
"Di musim kemarau ini yang jelas ada beberapa penyakit yang perlu kita waspadai, karena berpotensi muncul. Yang pertama, penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Tri Widiyantara di Bantul, Jumat (8/9/2023).
Salah satunya, kata Agus Tri, adalah penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), yang mana pada Agustus 202, keluhan pada kasus tersebut mengalami kenaikan.
"Mungkin sekarang ini sudah banyak yang kena ISPA, namun ringan-ringan saja, dan tidak perlu mendapat perawatan di rumah sakit," katanya.
Meski demikian, pihaknya belum mendapatkan angka pasti kasus ISPA di Bantul, namun di bulan Agustus 2023, memang ada peningkatan pasien ISPA dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
Selain ISPA, kata dia, di musim kemarau ini pasokan air bersih juga berkurang. Oleh karena itu, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan.
"Jadi, mungkin karena airnya tidak terlalu banyak, terus masyarakat juga menggunakan air yang mungkin kurang bersih. Nah, ini yang berpotensi terjadi penyakit yang mengganggu saluran pencernaan, itu yang kita waspadai," katanya.
Selain itu, kata dia, potensi penyakit mata, karena pada musim kemarau debu berterbangan, sehingga berpotensi masuk ke mata hingga membuat iritasi dan sebagainya.
BACA JUGA: Dinamika Pemilu 2024, Relawan Milenial Ganjar Mengalihkan Dukungan ke Prabowo
Dia mengatakan tips dan pencegahan agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut. Penyakit ini lebih banyak berhubungan juga dengan virus, yang pertama tentunya meningkatkan daya tahan tubuh.
"Tentunya dengan mengonsumsi makanan bergizi atau dengan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh agar tidak mudah terkena penyakit," katanya.
Kemudian, kata dia, ketika masyarakat berada di tempat-tempat yang berpotensi banyak debu berterbangan sebaiknya memakai masker, bahkan menggunakan kaca mata untuk menghindari debu masuk ke mata. "Kalau saat pandemi kami mencegah Covid-19 dengan selalu memakai masker, sekarang kita cegah penyakit juga dengan menggunakan masker, dan selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.
DPUPKP Sleman memperingatkan ancaman krisis hunian 10-20 tahun mendatang dan mendorong pengembangan hunian vertikal bagi warga berpenghasilan rendah.
Jadwal SIM Keliling Sleman Jumat 18 September 2026 di MPP, Simmade AMPTA, dan Satpas Polresta. Cek lokasi serta syarat perpanjangan SIM A dan C.
Ratusan warga Desa Pengkok, Kedawung, Sragen menggelar aksi unjuk rasa akibat listrik sering padam saat Magrib selama sebulan terakhir. Mereka menuntut PLN gant
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 18 September 2026 melayani 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarifnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 18 September 2026 melayani rute PP dengan tarif Rp12.000. Cek jam keberangkatan dari Malioboro dan Pantai Parangtri