Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran, Cadev Jadi Penahan
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Ilustrasi musim panas - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, mengimbau masyarakat di daerah ini untuk mewaspadai potensi terkena penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan pada puncak musim kemarau tahun ini.
"Di musim kemarau ini yang jelas ada beberapa penyakit yang perlu kita waspadai, karena berpotensi muncul. Yang pertama, penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Tri Widiyantara di Bantul, Jumat (8/9/2023).
Salah satunya, kata Agus Tri, adalah penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), yang mana pada Agustus 202, keluhan pada kasus tersebut mengalami kenaikan.
"Mungkin sekarang ini sudah banyak yang kena ISPA, namun ringan-ringan saja, dan tidak perlu mendapat perawatan di rumah sakit," katanya.
Meski demikian, pihaknya belum mendapatkan angka pasti kasus ISPA di Bantul, namun di bulan Agustus 2023, memang ada peningkatan pasien ISPA dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
Selain ISPA, kata dia, di musim kemarau ini pasokan air bersih juga berkurang. Oleh karena itu, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan.
"Jadi, mungkin karena airnya tidak terlalu banyak, terus masyarakat juga menggunakan air yang mungkin kurang bersih. Nah, ini yang berpotensi terjadi penyakit yang mengganggu saluran pencernaan, itu yang kita waspadai," katanya.
Selain itu, kata dia, potensi penyakit mata, karena pada musim kemarau debu berterbangan, sehingga berpotensi masuk ke mata hingga membuat iritasi dan sebagainya.
BACA JUGA: Dinamika Pemilu 2024, Relawan Milenial Ganjar Mengalihkan Dukungan ke Prabowo
Dia mengatakan tips dan pencegahan agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut. Penyakit ini lebih banyak berhubungan juga dengan virus, yang pertama tentunya meningkatkan daya tahan tubuh.
"Tentunya dengan mengonsumsi makanan bergizi atau dengan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh agar tidak mudah terkena penyakit," katanya.
Kemudian, kata dia, ketika masyarakat berada di tempat-tempat yang berpotensi banyak debu berterbangan sebaiknya memakai masker, bahkan menggunakan kaca mata untuk menghindari debu masuk ke mata. "Kalau saat pandemi kami mencegah Covid-19 dengan selalu memakai masker, sekarang kita cegah penyakit juga dengan menggunakan masker, dan selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Bapanas memastikan harga beras tetap terkendali dengan stok 5,2 juta ton. Program bantuan dan intervensi disiapkan hingga akhir 2026.
MOTOROiD Lambda dari Yamaha raih Red Dot Award 2026. Motor konsep ini bisa belajar dan menjaga keseimbangan sendiri tanpa dikendarai manusia.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp2 miliar untuk melanjutkan revitalisasi taman dan pedestrian Jalan KRT Pringgodiningrat hingga Denggung.
AS melancarkan serangan ke Iran di Selat Hormuz usai gencatan senjata berakhir. PBB peringatkan dampak besar bagi ekonomi dan keamanan global.
Polisi menyita emas 74 kg, dolar AS, dolar Singapura, dan uang tunai dari rumah mewah di Sentul dengan total nilai mencapai Rp476 miliar.