Busyro Muqoddas: Anak-anak Harus Dipersiapkan Menjadi Generasi Waras

Sunartono
Sunartono Minggu, 19 November 2023 19:37 WIB
Busyro Muqoddas: Anak-anak Harus Dipersiapkan Menjadi Generasi Waras

Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas saat peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tahfiz An-Nashir di Nitikan, Umbulharjo, Kota Jogja, Minggu (19/11/2023). /Istimewa,

Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Busyro Muqoddas berharap anak-anak yang dididik di era saat ini harus dipersiapkan menjadi generasi yang waras. Oleh karena itu Muhammadiyah terus mengembangkan sayap amal usaha yang mencerdaskan masyarakat.

Busyro mengatakan salah satu amal usaha yang membentuk karakter sumber daya manusia di lingkungan Muhammadiyah adalah keberadaan pesantren tahfiz. Program ini, kata dia, diharapkan bisa mempersiapkan anak-anak di era saat ini agar menjadi generasi yang waras.

BACA JUGA : Dolanan Anak Jogja, Setia Ngopeni dan Langgengkan Dolanan Anak

“Harapannya agar anak keturunan bisa menjadi generasi waras, karena kondisi saat ini harus kami respons, sekarang ini kan krisis kewarasan. Dalam segala bidang itu kita antisipasi dengan program ini [pendirian rumah tahfiz],” kata Busyro kepada wartawan di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tahfiz An-Nashir di Nitikan, Umbulharjo, Kota Jogja, Minggu (19/11/2023).

Ia menambahkan program rumah tahfiz di Nitikan tersebut telah lama direncanakan. Menjadi salah satu pengembangan sayap amal usaha Muhammadiyah sebagai pilar untuk mencerdaskan umat dan bangsa lebih luas.

Melalui program tersebut menjadi salah satu aset SDM bagi Muhammadiyah untuk negeri ini sehingga di kemudian hari anak yang memiliki kecerdasan spiritual kepekaan lingkungan. “Karena melalui program ini anak tidak hanya diajarkan menghafap Alquran tetapi juga diajarkan bagaimana bermasyarakat dengan baik,” ucapnya.

BACA JUGA : Festival Dolanan Anak Selamatkan Anak dari Ancaman Gawai

Pembangunan rumah tahfiz di bawah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Nitikan, Kota Jogja berada di atas tanah wakaf seluas 115 meter. Busyro mengatakan ke depan akan diupayakan perluasan tanah agar jumlah santri nantinya bisa mengcover lebih banyak.

“Semakin banyak lebih, asal kualitatif, karena itu yang memperoleh keuntungan bukan hanya masyarakat sekitar tetapi murid yang ada sekarang ini tidak hanya warga sekitar tetapi juga dari luar,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online