Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Sekda DIY, Beny Suharsono./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Sejalan dengan program Pemerintah Pusat, Pemda DIY berupaya meningkatkan penggunaan produk dalam negeri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebab dengan menggunakan produk dalam negeri, perekonomian nasional bisa semakin diperkuat.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono dalam agenda Business Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY pada Rabu (22/11/2023). Acara yang diselenggarakan di Transmart ini juga dihadiri oleh para Kepala OPD di lingkungan Pemda DIY.
“Kami mengapresiasi bagi OPD yang telah membelanjakan anggarannya dengan membeli produk dalam negeri. Sekali lagi, kita wajib menggunakan produk dalam negeri. Tingkatkan terus penggunaan produk dalam negeri dengan memanfaatkan kekuatan kita. Satu rupiah yang kita gunakan mampu mengungkit 2,2 rupiah perekonomian nasional. Ini luar biasa,” katanya.
Beny pun mengajak seluruh masyarakat untuk bangga menggunakan produk asli Jogja, dengan bangga memakai produk buatan Jogja berarti juga bangga dengan produk buatan Indonesia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Syam Arjayanti menjelaskan maksud dan tujuan terselenggarakan Business Matching P3DN ini ialah ingin mengoptimalkan peningkatan penggunaan produk dalam negeri di DIY serta meningkatkan pemahaman OPD di DIY tentang program P3DN.
BACA JUGA: Serangan Ganjar ke Jokowi Ternyata Hanya Taktik, Ini Tujuannya
“Melalui acara ini kami juga ingin mengoptimalkan belanja produk dalam negeri oleh Pemda DIY maupun BUMD. Melalui pameran produknya, kami juga ingin mempertemukan perusahaan yang memproduksi barang dan jasa dalam negeri dengan OPD atau konsumen yang akan membelanjakan anggarannya, serta menjadi upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas pelaku industri dalam negeri dalam memproduksi barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan konsumen,” katanya.
Syam menjelaskan, terdapat 20 perusahaan dari jenis produk yang berbeda yang ikut serta pada business matching kali ini. Acara yang akan diselenggarakan selama dua hari ini, yakni 22-23 November 2023 ini juga menyediakan layanan helpdesk guna memberikan bantuan berupa konsultasi bagi OPD yang kesulitan untuk realisasi P3DN. Pihaknya pun berharap OPD di lingkungan Pemda DIY bisa semakin meningkatkan belanja anggarannya untuk belanja produk dalam negeri.
“Melalui acara ini, kami ingin mengajak masyarakat agar lebih mencintai dan merasa bangga dengan produk-produk lokal buatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) DIY. Saat ini, tiga OPD dengan peringkat tertinggi penggunaaan anggaran untuk belanja produk dalam negeri ialah peringkat pertama Dinas Perhubungan DIY, lalu Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, serta peringkat ketiga Satpol PP,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.