Kememparekraf Latih Warga Mengurangi Sampah Anorganik di Kota Jogja

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Kamis, 23 November 2023 13:37 WIB
Kememparekraf Latih Warga Mengurangi Sampah Anorganik di Kota Jogja

Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo bersama jajaran Kemenparekraf saat foto bersama pada gelaran pelatihan pengolahan sampah di Ndalem Kaneman, Kamis (23/11)/ harianjogja.com- Alfi Annissa Karin

Harianjogja.com, KRATON—Kemenparekraf menggelar pelatihan pengolahan sampah bagi warga Kemantren Kraton Kota Jogja di Ndalem Kaneman, Kamis (23/11/2023).

Pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian Kemenparekraf pada persoalan sampah di Kota Jogja yang akhir-akhir ini terjadi. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari beberapa SD dan SMP serta masyarakat umum.

Ketua Tim Pengelolaan Sampah Kemenparekraf, Nurdin menuturkan pihaknya fokus menangani persoalan sampah utamanya anorganik plastik. Tim Solusi Pengendalian Sampah (Soldas) digandeng sebagai pemateri. Selain soal pengolahan sampah anorganik, Kemenparekraf juga turut mengedukasi siswa soal potensi bencana yang bisa terjadi lantaran membuang sampah sembarangan.

BACA JUGA: Generasi Muda Harus Memahami Penyebab dan Dampak Perubahan Iklim

Menurutnya, edukasi ini perlu diberikan sedini mungkin. Timbulan sampah yang tak ditangani dengan baik akan berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. "Maka dari itu, sudah seyogyanya kita harus bekerja sama untuk dapat mencapai target nasional pengurangan sampah," ujarnya saat ditemui di Ndalem Kaneman.

Nurdin menyebut, target pengurangan sampah di tingkat nasional pada tahun 2025 mencapai 30%. Sementara tingkat pengolahan atau penanganan sampah diharapkan dapat mencapai 70%. Target yang sama juga diterapkan pada sampah laut yang pengurangannya diharapkan bisa mencapai 70%.

Berdasarkan data, lanjutnya, jumlah timbulan sampah nasional tahun 2021 tercatat sebesar 68,5 juta ton. "Dari jumlah tersebut sebanyak 17 persen atau sekitar 11,6 juta ton merupakan sampah plastik," imbuhnya.

Tak hanya itu, upaya untuk mengurangi jumlah timbulan sampah plastik juga dilakukan di laut. Dia mengatakan Kemenparekraf telah mengeluarkan aturan. Tertuang dalam Permenparekraf Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Plastik di Destinasi Wisata Bahari.

Peraturan ini lantas diimplementasikan dengan program pendampingan pengelolaan sampah plastik di destinasi bahari. Upaya ini gencar dilakukan sejak 2021. Beberapa di antaranya dilakuakan di Danau Toba, Borobudur, Banyuwangi, Bali, Mandalika, hingga Labuan Bajo.

"Diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat melalui awareness campaign, aksi bersih pantai, pemilahan sampah, pelatihan dan workshop, hingga pengelolaan sampah menjadi produk," ujarnya.

Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo menuturkan edukasi soal pengelolaan sampah serta memilah dan memilih sampah sudah dia gencarkan. Di tengah-tengah acara, Singgih sempat menanyai beberapa pelajar peserta pelatihan.

Hampir semuanya mengaku telah melakukan pemilahan sampah secara mandiri. Selain mendorong upaya pemilahan sampah, Singgih mengatakan Kota Jogja juga punya berbagai program penanganan sampah, baik organik maupun anorganik.

Misalnya, sampah organik yang diolah dengan memanfaatkan biopori. Lalu, untuk menekan sampah anorganik pihaknya juga menggencarkan gerakan zero sampah anorganik (GZSA). Belum lagi kerja sama dengan pihak swasta yang mampu mengolah sampah residu sebanyak 60-100 ton perhari.

"Insya Allah di pertengahan tahun 2024 Kota Jogja mandiri mengolah sampah. Tentunya saya masih minta masyarakat untuk milah dan mengolah dari sumbernya karena sejatinya yang kami olah yang residu. Yang sudah tidak bsia diolah dikasihkan ke kami akan kami olah, itu komitmen dari Pemkot Jogja," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online