86 Desa di Sleman Dapat Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan pentingnya survei kepuasan masyarakat (SKM) atas kinerja pelayanan publik masing-masing.
SKM tersebut penting sebagai upaya evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kulonprogo. Dari situ perangkat daerah diharapkan terbuka dan mampu merespon dengan baik kritik, saran dan masukan dari masyarakat untuk perbaikan dan peningkatan kinerja pelayanan publik.
Pada acara Penyerahan Hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), Hasil Kompetisi Pelayanan Publik, dan Ekspos Atas Hasil Survei Kepuasan Masyarakat serta Hasil Kompetisi Pelayanan Publik Kabupaten Kulonprogo Tahun 2023 di Ruang Sermo Kantor Pemkab Kulonprogo, Senin (27/11/2023), Made menyampaikan hasil SKM secara umum dalam kategori sangat baik.
Meski begitu, perlu langkah percepatan dalam rangka meningkatkan capaian SKM di tingkat perangkat daerah. "Ini perlu diakslerasi lagi mungkin dengan metodologi yang lebih gampang. Ini penting, karena ini sebagai bagian untuk mengetahui seberapa besar kinerja kita itu dapat dinikmati oleh masyarakat dengan baik," kata Made dalam rilis.
Baca Juga:
Hasil Survei: Kinerja Pelayanan DPMPTSP Kabupaten Bantul Masuk Kategori Baik
Permudah Pengaduan Pelayanan Publik, Kementerian PANRB Sosialisasikan SP4N-LAPOR! Pada Pemudik
JSS Ditetapkan sebagai Top Inovasi Pelayanan Publik Nasional
Dia menegaskan agar SKM tidak sekadar dimaknai sebagai angka indeks namun juga upaya lanjutan perangkat daerah dalam menindaklanjuti hasil saran dan masukan masyarakat.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda pada Bagian Organisasi Setda Kulonprogo, Farida Ariani melaporkan hasil Indeks Kepuasan Masyarakat Tahun 2023 telah mencapai target. Rata-rata nilai indeks mencapai 85,63 atau kategori baik.
"Dua tahun lalu, 2021 dan 2022, IKM kita [Kulonprogo] tidak tercapai dan Alhamdulilah pada tahun ini tercapai," kata Farida.
Dia menambahkan untuk Kompetisi Pelayanan Publik menjadi program pertama kalinya digelar dengan sasaran 21 Puskesmas. Farida berharap tahun depan, seluruh unit pelayanan publik akan menjadi sasaran kompetisi tersebut.
Enam unit pelayanan publik pemenang Kompetisi Pelayanan Publik 2023 yaitu Puskesmas Sentolo I, Galur II, Temon I, Samigaluh II, Samigaluh I dan Temon II.
Sementara untuk unit pelayanan publik peraih nilai tertinggi SKM 2023 antar lain Kapanewon Pengasih, Kalibawang, Lendah, Temon, Girimulyo dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.