Penanganan Kasus Daycare Little Aresha Diadukan ke Ombudsman DIY
Korban Daycare Little Aresha mengadukan penanganan kasus ke Ombudsman DIY, menyoroti VeR, penyidikan, dan penelusuran aset yayasan.
Kepala Bappeda Bantul, Fenty Yusdayati./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul memetakan beberapa Sekolah Dasar (SD) negeri yang akan di-regrouping pada 2024. Rencana tersebut tercetus setelah Pemkab Bantul menemukan beberapa sekolah negeri yang sepi peminat.
“Mungkin tahun depan [regrouping beberapa sekolah], prediksi ada pengurangan, regrouping beberapa sekolah, memang kenyataan muridnya tinggal sedikit ada sembilan atau 11 [siswa],” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Bantul, Fenty Yusdayati saat ditemui di pendopo Parasamya Bantul, Senin (27/11/2023).
Berdasarkan data Bappeda Kabupaten Bantul pada 2023 ada 281 SD Negeri. Kemudian Pemkab Bantul menargetkan pada 2025 ada 278 SD negeri; pada 2030 ada 276 SD negeri; pada 2035 ada 273 SD negeri; pada 2040 ada 270 SD; dan pada 2045 ada 268 SD negeri.
Menurut Fenty, keberadaan beberapa sekolah swasta di Kabupaten Bantul dinilai lebih menarik minat calon peserta didik.
Menurutnya, beberapa sekolah yang menawarkan kualitas serta fasilitas lengkap menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik. “Saat ini banyak SD swasta dan premium yang lebih digemari. Kita [SD] negeri jangan kalah, mutu yang ditingkatkan yang kelas kosong kalau jaraknya jauh kenapa tidak didekatkan [regrouping]. Nyatanya siswa ke swasta semua. Kita harus bersaing secara mutu,” ujarnya.
Menurut Fenty saat ini ada 86 SD swasta di Bantul. Berdasarkan perkiraan Bappeda Bantul, jumlah tersebut akan meningkat hingga ada 87 SD swasta pada 2030; ada 88 SD swasta pada 2035; 89 SD swasta pada 2040; dan ada 90 SD swasta pada 2045.
BACA JUGA: Kekurangan Murid, SD di Kapanewon Semin Bakal Digabung, Ini Pesan DPRD
Dia pun mendorong peningkatan kualitas peserta didik, pengajar, dan fasilitas yang ada di sekolah untuk dapat menarik minat calon peserta didik untuk menjalani pendidikan di SD negeri.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Isdarmoko membenarkan fenomena tersebut. “Ini baru kita ajukan ke Bupati, regrouping tahun ajaran baru. Pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru [PPDB] tidak akan kita munculkan lagi,” katanya.
Sekolah yang tengah dipetakan akan dilakukan regrouping tersebut pun tersebar di beberapa kapanewon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korban Daycare Little Aresha mengadukan penanganan kasus ke Ombudsman DIY, menyoroti VeR, penyidikan, dan penelusuran aset yayasan.
Lima film horor Indonesia mendominasi box office 2026. Danur: The Last Chapter memimpin dengan 3,6 juta penonton, disusul Ghost In The Cell dan Alas Roban.
Dua pemuda asal Prambanan, Sleman, ditangkap polisi setelah video mereka mengacungkan celurit di jalan umum viral di media sosial. Motifnya untuk konten dan pen
Indonesia tercatat memiliki biaya naturalisasi tertinggi di Asia Tenggara mencapai Rp75,71 juta. Simak perbandingannya dengan Filipina, Thailand, Singapura, dan
MoonPay meluncurkan PayBox yang memungkinkan ChatGPT dan Claude membantu transaksi kripto, belanja online, hingga pemesanan tiket dengan sistem keamanan berlapi
Petani bawang merah lahan pasir di Bantul mulai panen raya. Namun harga jual anjlok hingga Rp15 ribu per kilogram akibat melimpahnya pasokan dari berbagai daera