Pencari Kerja Usia Matang Mendominasi Pengangguran Jogja
Pengangguran Kota Jogja didominasi usia di atas 35 tahun. Dinsosnakertrans memperluas peluang kerja nonformal dan kewirausahaan bagi warga.
Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul memastikan belum adanya kasus positif Japanese Encephalitis (JE). Imunisasi massal JE akan dilakukan pada 2024 mendatang.
Kepala Dinkes Kabupaten Bantul, Agus Tri Widiyantara menyampaikan sebelumnya ada 10 orang di Kabupaten Bantul yang suspek JE. Namun dari pemeriksaan yang telah dilakukan, tidak ditemukan pasien positif JE.
“Di Bantul ada 10 [orang] suspek. Sudah dilakukan pemeriksaan dan negatif semua. Rentang usia dibawah 10 tahun. Bayi sepertinya tidak ada,” katanya melalui telepon, Jumat (1/12/2023).
BACA JUGA : Polemik Program Nyamuk Wolbachia, Begini Penjelasan Lengkap Peneliti UGM
Diketahui penyakit JE merupakan peradangan jaringan otak yang disebabkan Japanese Encephalitis Virus (JEV) yang ditularkan nyamuk Culex. Manusia dapat terinfeksi JE apabila digigit nyamuk Culex yang terinfeksi JEV. JEV memerlukan hewan sebagai inang perantara seperti babi, kerbau dan beberapa jenis burung.
Berdasarkan data surveilans kasus Acute Encephalitis Syndrome (AES) per Januari 2022 menunjukkan bahwa terdapat 143 kasus positif JE, 13 diantaranya ada di DIY tahun 2014-2021. Sementara Case Fatality Rate (CFR) penyakit tersebut mencapai 20-30 persen dan 30-50 persen dari penderita yang bertahan hidup akan mengalami gejala sisa seperti lumpuh atau kejang, perubahan perilaku hingga kecacatan berat.
Gejala JE umumnya muncul dalam rentang waktu sekitar 4-14 hari setelah terjadinya infeksi. Gejala yang muncul dapat berupa demam mendadak, penurunan kesadaran, sakit kepala, kesulitan bicara, berjalan ataupun gangguan motorik lainnya dan kejang terutama pada anak-anak.
Dia menyampaikan upaya pemberian imunisasi tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut. Berdasarkan arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) imunisasi JE secara massal akan dilakukan pada tahun 2024.
“Ada rencana di tahun depan ada vaksinasi [imunisasi] JE. Kita menunggu kebijakan dari pusat, cukup lama sekitar Oktober 2024 ketersediaan vaksinnya. Kita nanti mengikuti kebijakan dari pusat,” ujarnya.
Dia menyampaikan nyamuk yang menularkan penyakit JE berbeda dengan nyamuk aedes aegypti yang menularkan penyakit DBD. Diketahui nyamuk Culex tersebut berkembang biak di tempat genangan air seperti sawah dan kolam serta menggigit terutama pada malam hari. Dia pun mengimbau masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk antisipasi penyebaran penyakit tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengangguran Kota Jogja didominasi usia di atas 35 tahun. Dinsosnakertrans memperluas peluang kerja nonformal dan kewirausahaan bagi warga.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain asing telah tiba dan menjalani MCU. Manajemen kini menuntaskan administrasi sebelum peluncuran tim.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.