Jumlah Warga Lansia Kota Jogja 16%, Aktivitas dan Kesehatan Jadi Perhatian
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul memastikan belum adanya kasus positif Japanese Encephalitis (JE). Imunisasi massal JE akan dilakukan pada 2024 mendatang.
Kepala Dinkes Kabupaten Bantul, Agus Tri Widiyantara menyampaikan sebelumnya ada 10 orang di Kabupaten Bantul yang suspek JE. Namun dari pemeriksaan yang telah dilakukan, tidak ditemukan pasien positif JE.
“Di Bantul ada 10 [orang] suspek. Sudah dilakukan pemeriksaan dan negatif semua. Rentang usia dibawah 10 tahun. Bayi sepertinya tidak ada,” katanya melalui telepon, Jumat (1/12/2023).
BACA JUGA : Polemik Program Nyamuk Wolbachia, Begini Penjelasan Lengkap Peneliti UGM
Diketahui penyakit JE merupakan peradangan jaringan otak yang disebabkan Japanese Encephalitis Virus (JEV) yang ditularkan nyamuk Culex. Manusia dapat terinfeksi JE apabila digigit nyamuk Culex yang terinfeksi JEV. JEV memerlukan hewan sebagai inang perantara seperti babi, kerbau dan beberapa jenis burung.
Berdasarkan data surveilans kasus Acute Encephalitis Syndrome (AES) per Januari 2022 menunjukkan bahwa terdapat 143 kasus positif JE, 13 diantaranya ada di DIY tahun 2014-2021. Sementara Case Fatality Rate (CFR) penyakit tersebut mencapai 20-30 persen dan 30-50 persen dari penderita yang bertahan hidup akan mengalami gejala sisa seperti lumpuh atau kejang, perubahan perilaku hingga kecacatan berat.
Gejala JE umumnya muncul dalam rentang waktu sekitar 4-14 hari setelah terjadinya infeksi. Gejala yang muncul dapat berupa demam mendadak, penurunan kesadaran, sakit kepala, kesulitan bicara, berjalan ataupun gangguan motorik lainnya dan kejang terutama pada anak-anak.
Dia menyampaikan upaya pemberian imunisasi tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut. Berdasarkan arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) imunisasi JE secara massal akan dilakukan pada tahun 2024.
“Ada rencana di tahun depan ada vaksinasi [imunisasi] JE. Kita menunggu kebijakan dari pusat, cukup lama sekitar Oktober 2024 ketersediaan vaksinnya. Kita nanti mengikuti kebijakan dari pusat,” ujarnya.
Dia menyampaikan nyamuk yang menularkan penyakit JE berbeda dengan nyamuk aedes aegypti yang menularkan penyakit DBD. Diketahui nyamuk Culex tersebut berkembang biak di tempat genangan air seperti sawah dan kolam serta menggigit terutama pada malam hari. Dia pun mengimbau masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk antisipasi penyebaran penyakit tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Media Bangladesh menyoroti kekhawatiran Thomas Dooley sebelum menghadapi Indonesia. Kekhawatiran itu terbukti setelah Bangladesh kalah 2-9.
Empat warga Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, positif antraks. Sebanyak 47 orang masuk risiko terpapar dan dipantau selama 60 hari.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di FP1 MotoGP Jepang 2026, mengungguli Jorge Martin dan Marco Bezzecchi di Sirkuit Motegi.
Sweet Caroline milik Neil Diamond punya sejarah panjang di arena olahraga. Kini lagu ini ikut terdengar dalam perayaan suporter Timnas Indonesia.
Mario Aji finis P24 di FP1 Moto2 Jepang 2026 dengan waktu 1:48,996 detik. Manuel Gonzalez menjadi yang tercepat.