Evaluasi KTR di Jogja, Tim Temukan Ada Lokasi Tanpa Tanda Larangan Merokok
Pemkot Jogja mengevaluasi penerapan KTR di 115 lokasi. Sejumlah tempat masih ditemukan belum memenuhi indikator Perda No.2/2017.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Seorang pria dengan inisial MNH, 19, warga Murtigading, Sanden, Bantul menjadi korban penganiayaan di Dusun Krajan, Poncosari, Srandakan, Bantul pada Minggu (26/11/2023) sekitar pukul 03.00 WIB. Kejadian tersebut terjadi setelah korban berpapasan dengan pelaku yang tengah membawa senjata tajam (sajam).
Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry menyampaikan pada Sabtu (25/11/2023) sekitar pukul 21.00 WIB, korban MNH bermain di tempat rekannya berinisial S di Dusun Nglorong, Pundong, Bantul. Disana korban bermain game online dengan beberapa rekannya. Kemudian mendengar ada klitih di sekitar lokasi rumah S, korban dan rekannya segera meninggalkan rumah S.
Korban meninggalkan rumah S menggunakan sepeda motor merek Vario 125 dengan memboncengkan 2 temannya. Sementara S, memboncengkan seorang temannya. Korban dan rekannya berkendara ke selatan lewat Jembatan Kretek ke arah barat dengan tujuan rumah korban. Mereka berencana akan sarapan di warung sekitar Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Sesampainya di dekat Pantai Baros, Kretek, korban dan teman-temannya berpapasan seorang pria berinisial MWA, 16, warga Dusun Gemahan, Ringinharjo, Bantul yang mengendarai sepeda motor scoopy warna hitam. Saat itu MWA tengah berboncengan dua dari arah barat dengan membawa sajam.
“Kemudian pengendara scoopy warna hitam tersebut putar balik, lalu mengejar korban dan temannya,” katanya melalui telepon, Sabtu (2/12/2023).
BACA JUGA: Bawa Celurit, Tiga Remaja Ditangkap Polisi di Bantul
Saat itu korban merasa takut, sehingga korban mengendarai kendaraannya dengan kencang ke arah barat. Sesampainya di sekitar JJLS Pandansimo, korban belok ke arah utara. Namun pengendara scoopy masih mengejar hinggai di Dusun Krajan, Poncosari, Srandakan.
Saat itu mesin motor korban mati dan menabrak tanaman teh tehan yang ada di pinggir jalan. Kemudian korban melihat orang yang mengendarai Scoopy hitam berhenti. Kemudian korban dan rekannya berlarian ke berbagai arah. Korban pun lari ke arah sawah. Kemudian sempat korban terjatuh. Ketika korban berdiri, tiba-tiba orang yang mengejar tadi menyabetkan sajam hingga mengenai lutut kanan korban.
“Kemudian korban minta ampun selanjutnya orang yang menyabet dengan sajam bertanya pada korban "kowe due duwet ora" dijawab korban " due nang jok motor" kemudian pelaku meninggalkan korban,” katanya.
Kemudian pelaku dan temannya membuka jok motor korban, namun pelaku tidak menemukan uang atau barang. Kemudian pelaku pergi ke arah utara. Kemudian tak berselang lama banyak warga datang menolong korban dan temannya.
Setelah menerima laporan dari korban, Polsek Srandakan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kemudian pada Jumat, (1/12/2023), sekira pukul 10.00 WIB, pelaku ditangkap. Selanjutnya Pelaku di bawa ke Polsek Srandakan guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mengevaluasi penerapan KTR di 115 lokasi. Sejumlah tempat masih ditemukan belum memenuhi indikator Perda No.2/2017.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten