Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Tugu Pal Putih / Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Bulan Desember menjadi momentum bagi Dinas Pariwisata (Dispar) DIY untuk terus menggenjot jumlah kedatangan wisatawan. Pelaksana Harian Dispar DIY Kurniawan menyebut target kunjungan wisatawan setiap tahunnya mencapai 7-8 juta wisatawan. Namun, hingga November baru tercapai sekitar 6-7 juta wisatawan.
“Masih sekitar satu jutaan yang harus kita kejar,” kata Kurniawan saat ditemui di Plaza Ngasem belum lama ini.
Kurniawan mengatakan sejauh Dispar DIY maupun para pelaku pariwisata telah melakukan sejumlah persiapan untuk menerima kedatangan jutaan wisatawan itu. Dia memastikan DIY tetap layak menjadi destinasi yang damai, aman, dan nyaman. Misalnya, Dispar DIY gencar menggelar even yang mendatangkan banyak pengunjung.
Selain itu, para pelaku pariwisata juga berupaya untuk menjual berbagai paket wisata akhir tahun. “Kita tetap lakukan promosi bahwa DIY itu sekali lagi masih layak, aman, nyaman untuk dikunjungi. Ini yang kita yakinkan,” katanya.
Kurniawan menambahkan, ada beberapa even yang justru di-reschedule dan dimajukan pada bulan November. Lantaran bertepatan dengan momentum kampanye. Dia tak merinci jumlah dan lokasinya. Hanya saja, yang pasti setidaknya ada lima even besar. Itu belum termasuk even-even kecil lainnya. Kurniawan mengaku menyayangkan kondisi tersebut. Ini lantaran pada bulan Desember seharusnya menjadi momen untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.
“Makanya, November kemarin event-nya banyak sekali. Ini yang kita cukup khawatir karena Desember sekali lagi adalah puncak kunjungan wisatawan,” imbuhnya.
BACA JUGA: Kampanye Pemilu Jadi Pertaruhan Wisata DIY di Momen Akhir Tahun
Sementara itu, pada Desember ini beberapa kegiatan digelar secara indoor. Termasuk gelaran-geralan pergantian tahun. Namun, di sisi lain kegiatan outdoor juga masih akan dilaksanakan. Misalnya pada beberapa event sport tourism.
“Kita punya jelajah Ruang Menoreh, ada walk and run malam, ada parade gamelan kita coba di Embung Tonogoro. Itu salah satu contoh juga karena sampelnya sudah di kota. Kali ini kita coba yang letaknya di pinggiran seperti apa,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.