Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Layanan jemput bola aktivasi IKD di wilayah kemantren di Kota Jogja - Dokumentasi Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jogja melakukan percepatan pengakses Identitas Kependudukan Digital (IKD). Percepatan ini dilakukan dengan cara jemput bola ke wilayah-wilayah.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Jogja Septi Sri Rejeki menuturkan capaian IKD hingga awal Agustus ini telah mencapai 11%. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya yang baru mencapai 3%. "Bisa meningkat karena lebih sering dilakukan layanan door to door ke wilayah," kata Septi, Selasa (12/12).
BACA JUGA: Dishub Bantul Ajukan Rute Trans Jogja Malioboro-Imogiri, Ini Alasannya
Dia menjelaskan, upaya jemput bola ini ada banyak macamnya. Mulai dari pemetaan dari Dinas Dukcapil, permintaan dari pihak kemantren, kelurahan, hingga permintaan masyarakat secara langsung dengan cara bersurat. Seluruhnya dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang mengakses IKD, sehingga capaiannya juga turut meningkat.
Septi mengatakan pada periode ini layanan jemput bola administrasi kependudukan akan berlangsung pada 11-21 Desember 2023. Tepatnya, di 14 kantor kemantren mulai pukul 15.00 sampai 17.00 WIB. Selain secara jemput bola atau door to door, masyarakat juga bisa mencari informasi atau melakukan aktivasi IKD di Kantor Dinas Dukcapil dan Mal Pelayanan Publik.
"Sesuai dengan tujuan adminduk yaitu mendekatkan dan semakin memudahkan layanan kepada publik. Terutama untuk kelompok rentan seperti disabilitas dan lansia yang haknya sebagai warga negara harus kami penuhi untuk mengakses layanan administrasi kependudukan," imbuhnya.
Di dalam IKD terdapat berbagai layanan kependudukan. Mulai dari perekaman dan pencetakan E-KTP, pembaruan dan pembuatan Kartu Keluarga, serta dokumen kependudukan lainnya. Septi menambahkan aktivasi IKD di Kota Jogja ditargetkan bisa mencapai 20 persen di tahun 2023 dari 99 persen jumlah warga Kota Jogja yang telah memiliki E-KTP.
Dia mengakui ada sejumlah kendala. Misalnya, tidak sedikit warga yang ponselnya tidak bisa mengakses aplikasi IKD. Kesadaran warga untuk segera melakukan aktivasi IKD juga masih rendah. Padahal manfaatnya sangat jelas, selain paperless juga aman.
“IKD sudah bisa digunakan untuk layanan transportasi publik, perbankan, dan lainnya yang seiring berjalannya waktu akan terintegrasi ke banyak sektor. Untuk keamanannya sudah terjamin, karena tidak bisa dilakukan tangkapan layar pada dokumen, dan setiap mengakses dokumen pengguna harus memasukkan kata sandi,” jelasnya.
BACA JUGA: Anggaran Habis, Event Malam Tahun Baru di Gunungkidul Diserahkan ke Pengelola Wisata
Salah satu warga dari Kampung Gambiran, I Gede Hari Murti mengatakan layanan jemput bola IKD ini sangat membantunya. Dia tak perlu lagi repot-repot untuk datang ke Kantor Dinas Dukcapil. Semua bisa dia akses di kemantren. Dia berharap, gelaran ini bisa rutin dilakukan.
“Setidaknya ada satu kali dalam sebulan karena pasti ada kebutuhan warga terkait pembaruan data. Supaya warga yang memang tidak bisa ke Balai Kota bisa terbantu karena layanannya dekat tempat tinggal,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.