28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Sejumlah penumpang menaiki bus Trans Jogja di Terminal Palbapang./ Harian Jogja - Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL–Rencana peremajaan Terminal Imogiri akan dilaksanakan pada 2025 mendatang. Langkah tersebut diambil untuk meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi publik.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishbu) Bantul, Toto Pamudji Rahardjo menyampaikan pihaknya telah mengajukan program peremajaan Terminal Imogiri dengan menggunakan Dana Keistimewaan (Danais).
“Tahun 2024 kita akan kajian dokumen [Detail Engineering Design/DED]. Harapannya bisa diusulkan kembali untuk pembangunan terminal [imogiri]. Kita berharap dapat difasilitasi Pemda DIY melalui Danais, kalau memungkinkan dan disetujui, karena banyak sekali yang harus dibangun,” katanya melalui telepon, Rabu (13/12/2023).
BACA JUGA: Awas Bahaya! Jangan Dekati Palung Saat Bermain Air di Pantai Parangtritis
Tahun 2024, menurut dia perencanaan DED akan dilakukan bersamaan dengan perencanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL). Kemudian, setelah itu tahun 2025 atau 2026 diperkirakan pembangunan akan dilakukan.
“Harapannya angkutan perdesaan bisa diintegrasikan disitu [Terminal Imogiri], bisa bersinergi dengan angkutan Trans Jogja. Nanti bisa menangkap dari desa ke kota, atau dengan bisa AKAP yang saat ini telah beroperasi di Terminal Jogja [Giwangan],” katanya.
Lantaran proses perencanaan DED masih akan dilakukan tahun depan, Toto belum dapat menyebutkan alokasi anggaran untuk peremajaan terminal tersebut.
Lebih lanjut, Kepala Seksi Angkutan dan Keselamatan Transportasi Dishub Kabupaten Bantul, Wahyu Tri Wicaksono menyampaikan Dishub Kabupaten Bantul berencana menambah fasilitas di Terminal Imogiri.
“Yang kita siapkan saat ini untuk [Terminal] Imogiri adalah tempatnya, terminalnya, kita kembangkan menjadi fasilitas park and ride dan tempat istirahat pengemudinya,” katanya.
Dengan fasilitas tersebut, pengguna transportasi publik dapat memarkirkan kendaraan di Terminal Imogiri kemudian melanjutkan kendaraan dengan transportasi publik. Saat ini lahan seluas 2 hektar telah disiapkan untuk fasilitas tersebut.
Diketahui fasilitas park and ride selama ini sudah beroperasi di Terminal Palbapang. Fasilitas serupa juga akan diterapkan di Terminal Imogiri nantinya.
Penyediaan fasilitas tersebut menurut Wahyu diharapkan dapat meningkatkan pengguna transportasi publik sehingga dapat mengurangi kemacetan di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual