182 Aduan Kekerasan Anak di Jogja, UPT PPA Lakukan Pendampingan
182 aduan kekerasan anak di Jogja ditangani UPT PPA, puluhan orang tua mulai tempuh jalur hukum dan dapat pendampingan.
Ilustrasi uang rupiah - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul akan mendapatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Maritim mencapai Rp750 juta tahun 2024. Alokasi pendanaan tersebut untuk pemberdayaan dan peningkatan potensi masyarakat di wilayah pesisir berbasis budaya bahari.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Perikanan Tangkap dan Pemberdayaan Nelayan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, Pramahdiansyah menyampaikan dana tersebut akan digunakan Kalurahan Poncosari untuk budidaya lele tebar tinggi.
Dia menyampaikan BKK Desa Maritim dialokasikan untuk mengangkat potensi sektor kelautan dan perikanan di tingkat kalurahan. Dengan alokasi dana tersebut, diharapkan dapat bermanfaat untuk peningkatan perekonomian masyarakat pesisir.
“BKK Desa Maritim itu diatur dalam Juknis. Juknisnya itu mengatur jenis kegiatan yang bisa difasilitasi dengan BKK Maritim [yaitu] perikanan tangkap, budidaya, pengelolaan, pemasaran, dan konservasi,” katanya melalui telepon, Kamis (14/12/2023).
Selain itu pembelian alat budidaya perikanan, dan pakan ikan budidaya juga dapat menggunakan BKK Desa Maritim tersebut. Dia menyampaikan BKK Desa Maritim akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Poncosari dalam menyediakan aset produksi. Dia menyampaikan kegiatan tersebut diharapkan dapat berdampak pada peningkatan perekonomian berkelanjutan bagi warga setempat.
BACA JUGA: Kalurahan Tirtohargo Bantul Dikukuhkan sebagai Desa Maritim, Ini Keunggulannya
Sementara Ulu-Ulu Kalurahan Poncosari Rian Wijayanto menyampaikan sebelumnya warga Padukuhan Polosiyo Gunturgeni, Poncosari, Srandakan, Bantul telah mendirikan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Patil Berkah Jaya tahun 2019. Kelompok ini berhasil membudidayakan lele dengan metode padat tebar. Rencananya metode tersebut akan digunakan untuk budidaya lele dengan anggaran BKK Desa Maritim.
“Kita nanti sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya [RAB] pengajuan kemarin kita mendapatkan Rp750 juta kita akan pergunakan untuk pembuatan kolam dengan asumsi 30 unit kolam,” katanya.
Dia menyampaikan dengan dana tersebut akan digunakan juga untuk pembuatan pendopo untuk pusat kegiatan warga dan gudang. Budidaya lele tersebut akan dilakukan di Tanah Kas Desa (TKD) Poncosari seluas sekitar 2.500 meter.
Beberapa tenaga kerja budidaya lele tersebut akan diambil dari warga setempat. Menurut dia, budidaya lele tersebut dilakukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus penyerapan lapangan pekerjaan. (Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
182 aduan kekerasan anak di Jogja ditangani UPT PPA, puluhan orang tua mulai tempuh jalur hukum dan dapat pendampingan.
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Ketahui 4 ciri hewan kurban yang tidak sah menurut syariat Islam agar ibadah kurban Anda diterima dan sesuai ketentuan.
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.