Festival Dalang Sleman 2026, Regenerasi Dalang Muda Dimulai
Festival Dalang Sleman 2026 jadi ajang regenerasi dalang muda dengan 34 peserta dari seluruh kapanewon di Sleman.
Desain relokasi makam Kyai Kromo Ijoyo./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Makam Kyai Kromo Ijoyo (Mbah Celeng) yang terdampak tol Jogja-Solo tidak hanya bakal direlokasi tetapi juga dijadikan destinasi wisata religi.
Rencana ini disampaikan Humas PT. Adhi Karya Pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2, Agung Murhandjanto.
Relokasi makam Kyai Kromo Ijoyo akan dipindahkan ke lahan seluas 5.000 meter persegi di Ketingan. Luasan ini jauh lebih luas dari kompleks makam sebelumnya. "Betul [lebih luas], karena mau dikembangkan juga untuk wisata religi," kata Agung, Senin (18/12/2023).
Bangunan inti makam akan dibangun dengan luasan mencapai 100 meter persegi. Struktur bangunannya pun akan dibikin lebih tinggi dengan tinggi lima meter.
Dalam desainnya, untuk sampai ke makam, peziarah harus menaiki sejumlah anak tangga. Dalam kompleks inti makam juga akan dibangun pagar yang melingkari makam.
Adapun desain ini kata Agung sepenuhnya disusun oleh kalurahan dan warga. Pihak kontraktor hanya mengikuti desain yang diusulkan warga.
Tidak hanya bangunan makam inti, area makam yang dipercayai sebagai orang pertama yang tinggal di Tirtoadi sekaligus cikal bakal Tirtoadi tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Seperti lahan parkir, tempat beristirahat peziarah hingga toilet.
Agung memperkirakan proses pemindahan makam akan dilangsungkan pada awal 2024 nanti. Saat ini pihak kontraktor masih melakukan pemadatan tanah di lokasi lahan pengganti. "Sekarang lagi pemadatan lokasi yang baru. Kita persiapkan dulu lokasi penggantinya secara baik," jelasnya.
BACA JUGA: Terdampak Tol Jogja-Solo Makam Mbah Celeng Direlokasi, Warga Gelar Doa Bersama
"Baru di-land clearing dan dipadatkan.”
Di dekat lokasi makam eksisting, penggarapan tol telah memasuki tahap pemadatan tanah. Malahan sejumlah box culvert juga telah dicor di area tersebut. Dengan relokasi makam ini, proyek tol bisa segera diteruskan ke perbatasan Tlogoadi.
Salah satu warga Ketingan yang rumahnya tak jauh dari makam Kyai Kromo Ijoyo, Ismu mengatakan berdasarkan yang ia dengar, makam Kyai Kromo Ijoyo merupakan warga pertama yang tinggal di daerah tersebut.
Banyak warga yang berziarah ke makam tersebut. Saat bulan ruwah, banyak warga sekitar melakukan ziarah bersama-sama ke makam Mbah Celeng. Warga juga kerap melakukan kerja bakti untuk membersihkan area makam.
"Kalau malam Selasa Kliwon atau Jumat sering banyak orang yang ngirim di situ, ziarah di situ, jelas itu banyak," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Dalang Sleman 2026 jadi ajang regenerasi dalang muda dengan 34 peserta dari seluruh kapanewon di Sleman.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.