Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Pengecekan eskalator di salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Terban, Gondokusuman, Kota Jogja, Senin (18/12) - Harianjogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, GONDOKUSUMAN—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus melakukan persiapan dalam menerima kunjungan wisatawan saat libur natal dan tahun baru (nataru) mendatang. Tak hanya destinasi wisata, pusat-pusat perbelanjaan juga diminta untuk mempersiapkan diri. Ini lantaran pusat perbelanjaan diprediksi akan turut dipadati saat libur nataru.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja melakukan peninjauan ke salah satu pusat perbelanjaan yang terletak di Terban, Gondokusuman, Kota Jogja, Senin (18/12/2023). Dispar juga turut menggandeng Disnakertrans DIY untuk melakukan pengecekan. Mulai dari eskalator, lift, dan berbagai fasilitas lainnya. Hasilnya, eskalator dinyatakan layak pakai. Suhu di bagian dalam mesin eskalator terpantau normal. Selain itu, pegangan eskalator juga bergerak sebagaimana mestinya. Sistem eskalator juga bekerja dengan baik saat disimulasikan ada orang yang terjepit.
Marketing Communication salah satu pusat perbelanjaan di Kota Jogja, Rudy P Budiharjo menyebut sejatinya pemeliharaan sarpras tak hanya dilakukan pada saat tertentu. Pemeliharaan secara kontinyu dilakukan setidaknya satu bulan sekali. Ini untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Sekaligus mencegah hal-hal yang dapat membahayakan para pengunjung. Menyambut nataru, pihaknya juga bersiap. Misalnya, dengan menyiapkan SDM dan produk-produk yang dijual. Dia juga turut menggandeng para pemilik tenant untuk berkolaborasi.
Baca Juga:
Libur Natal dan Tahun Baru 34 Simpang di Kota Jogja Diatur Otomatis
Kemacetan Libur Akhir Tahun Dipetakan, Titik Simpul Berbeda antara Libur Natal dan Tahun Baru
Dispar Kota Jogja Prediksi Kawasan Gumaton Masih Jadi Favorit selama Libur Nataru
"Kami memberikan reward kepada pengunjung bersama-sama dengan tenant yang ada," kata Rudy saat ditemui, Senin (18/12/2023).
Kepala Dispar Kota Jogja Wahyu Hendratmoko menuturkan sudah menjadi kewajibannya untuk memastikan kesiapan destinasi hingga pusat perbelanjaan dalam menerima wisatawan. Kesiapsiagaan pengelola juga menjadi langkah antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Diharapkan, masyarakat bisa memiliki persepsi yang baik terhadap pariwisata di Kota Jogja. Sehingga ke depan, wisatawan bisa kembali lagi dengan jumlah belanja yang lebih banyak dan masa menginap yang lebih lama.
"Kemenparekraf telah mengeluarkan edarannya, yaitu pariwisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan pada saat nataru. Sekaligus poin-poin itu juga kita sosialisasikan ke pengelola," ujar Wahyu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.