Gerbang Tol Trihanggo Hadir dengan Siluet Ikonik Ratu Boko
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
Suasana pelebaran jalan di ring road Trihanggo yang telah rampung pada Rabu (20/12/2023)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Proyek pelebaran jalan di lokasi penggarapan tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 area Ring Road Trihanggo rampung digarap.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), kontraktor mulai menghentikan segala aktivitas proyek di lokasi tersebut untuk memperlancar arus lalu lintas.
Humas PT. Adhi Karya Pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto mengatakan pekerja maupun alat berat sudah mulai ditarik per 20 Desember 2023.
Hanya saja, sejumlah perangkat seperti traffic cone hingga water barrier masih dipasang di lokasi proyek untuk meningkatkan kehati-hatian pengendara.
"Sudah enggak ada [alat berat dan pekerja]. Tinggal cone yang di pinggir itu sama pembatas lajur cepat lajur lambat water barrier," kata Agung, Rabu (20/12/2023).
Selain masih meninggalkan traffic cone dan water barrier, kontraktor juga menyisakan lampu sorot. Lampu sorot ini sekaligus mengganti lampu selang yang sebelumnya dipasang. "Sekarang lampu sorot, diganti. Iya betul [agar lebih terang]," terangnya.
Penghentian proyek ini sekaligus menjadi penanda rampungnya pelebaran jalan di area Ring Road Trihanggo.
Sebelum memasuki pengerjaan konstruksi pilar tol di tengah Ring Road, kontraktor terlebih dahulu melakukan pelebaran jalan di sisi utara maupun selatan Ring Road Trihanggo.
Langkah ini dilakukan untuk memberi ruang lebih bagi pengendara melintas ketika pilar penyangga tol melayang mulai digarap.
BACA JUGA: Terdampak Proyek Tol Jogja-Bawen, Warga Sleman Ini Mengeluh Rumahnya Retak-Retak
Pelebaran jalan dilakukan sepanjang satu kilometer dari sebelah timur simpang empat Trihanggo hingga tikungan Ngawen. Adapun konstruksi pelebaran jalan yang diterapkan yakni dengan cara rigid pavement baru dilakukan pengaspalan di atasnya. "Sudah selesai [pelebaran jalan] satu kilometer. Masing-masing satu meter, kanan kiri satu meter. Terus sudah kita cor rigid [pavement] sama kami aspal juga," tegasnya.
Agung berharap penghentian proyek sementara di Ring Road Trihanggo dapat menyukseskan dan memperlancar jalannya libur Nataru di Sleman. "Supaya untuk memperlancar arus Nataru. Jadi supaya Nataru bisa sukses dan lancar, selamat semuanya," ujarnya.
Selanjutnya proyek akan kembali digulirkan saat libur Nataru usai, kurang lebih setelah pekan pertama 2024. Proyek pembangunan tol akan berlanjut dengan agenda pembongkaran median tengah jalan pemisah jalur untuk memulai pembuatan pilar tol. "Ya kita masuk ke tengah, mau kita bongkar yang tengah separator yang ada di tengah," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.