Kesbangpol DIY Dorong Perempuan Terlibat Langsung dalam Politik
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Suasana salah satu sudut Embung Giwangan, Jumat (29/12/2023)./Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Pengembangan Embung Giwangan oleh Pemkot Jogja nantinya diharapkan dapat turut menghidupkan Kota Jogja di sisi selatan. Berbagai fasilitas ditambah dan siap digunakan mulai 2024 mendatang. Seluruhnya dibangun dengan menggunakan Dana Keistimewaan.
Saat memasuki kawasan Embung Giwangan, nantinya pengunjung disambut oleh Gedung Entrance yang di dalamnya berisi minigaleri, sebagai tempat display berbagai produk seni budaya.
"Tahun depan tetap kami operasionalkan di entrance dalam bentuk minigaleri, meeting room, aktivitas-aktivitas indoor, baik untuk kegiatan masyarakat maupun kegiatan yang sifatnya dilaksanakan oleh mitra kerja kami," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yetti Martanti saat ditemui di Embung Giwangan, Jumat (29/12/2023).
Selain Gedung Entrance, kata Yetti, ada juga amfiteater. Ini dapat digunakan untuk berbagai aktivitas seni budaya yang sifatnya outdoor dengan kapasitas mencapai 500 orang. Tak hanya itu, pihaknya masih melakukan pengembangan, yakni berupa penambahan gedung Graha Budaya yang sampai saat ini pembangunannya terus dikebut. Gedung Graha Budaya ini diharapkan dapat menjadi ruang eksebisi indoor.
Yetti mengatakan, Embung Giwangan punya luasan 3,5 hektare. Dia optismistis berbagai kegiatan atau event lainnya bisa dilakukan di sini. "Masih banyak ruang yang kami respons untuk aktivitas seperti kegiatan Festival Yogya Kota lalu, festival atau acara konser, kegiatan lainnya bisa di sini. Atau aktivitas seni budaya yang meningkatkan UMKM di Kota Jogja," imbuhnya.
BACA JUGA: Pembangunan Taman Budaya Embung Giwangan Capai 92%
Sekretaris Daerah Kota Jogja, Aman Yuriadijaya menuturkan Embung Giwangan diharapkan bisa menjadi pengungkit perekonomian Kota Jogja utamanya di sisi selatan. Dia berharap, tempat ini mampu mendatangkan wisatawan layaknya Taman Budaya lainnya, yakni Taman Pintar yang mampu mencapai satu juta wisatawan dalam setahun. Aman juga mendorong berbagai pihak untuk turut serta menghidupkan Embung Giwangan.
"Mudah-mudahan akan menghasilkan kontribusi-kontribusi peran yang bersifat simbiosis mutualisme, yang saling menguatkan. Nanti kita tunggu sepanjang 2024. Harapan kita sudah mulai berlangsung peran, interaksi, kolaborasi sebagai pemangku kepentingan yang ada," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.