Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Memasuki awal 2024, sejumlah wilayah DIY, termasuk Kabupaten Sleman mulai diguyur hujan deras. Untuk itu, BPBD Sleman mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi terjadinya bencana seperti angin kencang dan tanah longsor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan setelah sempat menghilang beberapa minggu, hujan kembali turun di awal tahun ini.
Dia mencontohkan, pada Rabu (3/1/2024) siang wilayah Sleman diguyur hujan dengan intesitas sedang. “Untuk kejadian masih dalam pendataan. Nanti, kami informasikan kalau ada peristiwa yang terjadi,” kata Bambang kepada wartawan, Rabu sore.
Mengacu pada kejadian di akhir 2023 lalu, dia meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai beberapa potensi bencana alam yang muncul. Sebagai gambaran, lanjut Bambang, mulai akhir November hingga awal Desember mencatat ada empat kejadian angin kencang.
Hal ini pun berdampak terhadap tujuh rumah dilaporkan rusak, 13 pohon tumbang dan adanya kerusakan pada enpat titik jaringan Listrik dan satu instalasi telepon. Total kerugiaan akibat kejadian ini sebesar Rp104,2 juta.
Selain itu, juga ada kejadian tanah longsor di empat titik yang terjadi di akhir tahun dengan kerugian materi Rp126,4 juta. “Ada juga banjir yang sempat menggenani rumah warga. Total dari catatan kami sepanjang akhir 2023, kerugian akibat dampak dari bencana hidrometeorologi sebesar Rp240,6 juta,” katanya.
BACA JUGA: Sempat Hujan Siang Tadi, Begini Prakiraan Cuaca Jogja saat Malam Tahun Baru Nanti
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman. Oleh karenanya, ia meminta kepada Masyarakat untuk mewaspadai sehingga dampak dari terjadinya musibah bisa ditekan sekecil mungkin. “Hujan deras dan angin kencang harus diwaspadai. Sebab, bisa menyebabakan longsor maupun pohon atau rumah ambruk,” kata Makwan.
Untuk mengurangi risiko dari ancaman angin kencang, Masyarakat diminta mengecek kondisi rumah. Langkah ini guna memastikan konstruksi kokoh sehingga aman pada saat terjadi angin kencang. “Dahan dan ranting pohon di sekitaran rumah yang sudah rimbun juga bisa dipangkas untuk mengurangi risiko tumbang karena embusan angin kencang,” katanya.
Adapun untuk mengurani risiko banji bisa dilakukan dengan memastikan saluran pembuangan di sekitaran rumah tidak mampet dan lancar. “Jangan sampai ada genangan, jadi, harus dipastikan tidak ada sampah-sampah di saluran pembuangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo pada 28 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan dan dokumen persyaratan.
Cek jadwal layanan SIM Gunungkidul, Rabu 28 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan, syarat perpanjangan, dan ketentuan SIM kedaluwarsa.
BMKG mengingatkan potensi hujan petir, gelombang tinggi hingga 4 meter di selatan Jawa Timur, serta banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Como bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Torino 3-1. Kemenangan ini membawa Como naik ke peringkat keempat klasemen Liga Italia.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja 26 Oktober 2026 di Kantor Kapanewon Godean, Sleman, jam SIM Corner JCM dan Ramai Mall, serta syarat perpanjangan SIM A dan C.