Ratusan Pelajar Bantul Diajak Keliling Museum Sepanjang 2026
Dinas Kebudayaan Bantul mengajak 400 pelajar dan komunitas mengikuti program belajar keliling museum sepanjang 2026.
Pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Tempel, Sleman, beberapa waktu lalu. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Hujan deras dan angin kencang melanda wilayah DIY Rabu (3/1/2024). Hujan yang disertai angin kencang itu dilaporkan memporak-porandakan fasilitas umum dan rumah warga di sejumlah daerah.
Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Lilik Andi Aryanto menjelaskan Kamis (4/1/2024) telah dikirimkan bantuan ke masing-masing BPBD Kabupaten Kota. Berikut ini daftar titik di tiap wilayah di DIY yang terdampak bencana, pada Rabu:
Bencana melanda di 13 kapanewon di Kabuapten Gunungkidul.
Korban: satu korban luka ringan dan satu korban luka ringan.
Jenis: Pohon tumbang (52 titik), rumah rusak (124 unit), akses jalan (8 titik), Faskes (1 titik), fasilitas pemerintahan (1 titik), tempat usaha (6 titik), kandang ternak (5 titik), kendaraan (1 unit R2), tempat ibadah (2 Unit) dan jaringan listrik (7 titik).
BACA JUGA: Sepekan ke Depan DIY Diprediksi Dilanda Cuaca Ekstrem, Ini Pemicunya
Di Kabupaten Sleman total ada tujuh kapanewon yang terdampak.
Jenis: pohon tumbang (23 titik), akses jalan (10 titik), jaringan listrik (3 titik) jaringan telpon (1 titik) jaringan internet (2 titik), PJU (1 titik), atap berterbangan (2 titik) rumah (9 titik) tempat usaha (1 titik), pasar (1 titik) fasilitas pemerintahan (1 unit).
Sedangkan di Kota Jogja terjadi di empat kemantren.
Jenis: talut longsor (1 titik), pohon tumbang (4 unit) akses jalan (3 titik) fasilitas pemerintah (1 unit), kendaraan (1 unit R4), kabel telpon (1 unit), kabel PJU (1 unit).
Di Kabupaten Bantul 11 kapanewon terdampak.
Jenis: rumah (8 titik), tempat usaha (4 titik), akses jalan (9 titik), kendaraan (1 unit) jaringan listrik (9 titik), jaringan telekomunikasi (1 titik) dan lain-lain (1 titik). Terakhir di Kulonprogo terdampak di tiga kapanewon yang mengakibatkan akses jalan rusak (3 titik), jaringan internet (1 titik), jaringan listrik (1 unit), pohon tumbang (6 titik) dan rumah rusak (1 unit)
"Warga kami imbau melakukan pemangkasan pohon lapuk dan cabang berlebih yang berpotensi mengancam jika terjadi angin kencang. Jika terjadi hujan deras disertai angin kencang untuk menghindari pohon besar, tiang listrik, baliho, daerah rawan longsor dan Daerah Aliran Sungai," kata Lilik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Bantul mengajak 400 pelajar dan komunitas mengikuti program belajar keliling museum sepanjang 2026.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.