Wisatawan Rata-rata Menghabiskan Uang Rp2 Juta saat Liburan di Jogja

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Jum'at, 05 Januari 2024 19:07 WIB
Wisatawan Rata-rata Menghabiskan Uang Rp2 Juta saat Liburan di Jogja

Suasana transaksi di salah satu lapak Pasar Beringharjo, Senin (1/1/2023)./Harian Jogja-Alfi Annissa Karin

Harianjogja.com, UMBULHARJO— Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja mencatat setidaknya ada 581.293 pergerakan wisatawan libur natal dan tahun baru (nataru) yang baru saja selesai beberapa waktu lalu. Jumlah tersebut hanya dihitung 16 hari atau mulai 16 Desember 2023 sampai 1 Januari 2024.

Kepala Dispar Kota Jogja Wahyu Hendratmoko menuturkan rata-rata wisatawan menghabiskan Rp2,2 juta perorang selama 16 hari itu. Bila dirata-rata sepanjang 2023, spending money atau menghabiskan uangnya di Jogja mencapai Rp2,1 juta.

"Ini meningkat drastis di tahun 2022 yang masih di bawah Rp 2 juta, yakni Rp 1,7 juta," jelas Wahyu saat jumpa pers di Balai Kota Jogja, Jumat (5/1/2024).

BACA JUGA: Retribusi ke TPA Piyungan Naik 3 Kali Lipat, Pengangkut Sampah Swasta Protes

Selain spending money, peningkatan juga terlihat dari length of stay atau lama menginap wisatawan. Wahyu menuturkan, selama kurun waktu 16 hari itu wisatawan rata-rata menginap selama 2,2 hari.

Sementara, jika diambil rata-rata sepanjang 2023, wisatawan rata-rata menginap selama 1,86 hari. Ini melampaui target yang dipasang Dispar Kota Jogja yakni selama 1,7 hari. Di sisi lain, okupansi hotel baik di ring satu maupun di luar ring satu mencapai lebih dari 90%.

"Di ring satu (okupansi) 100 persen, di luar ring satu 90 persen. Ini menunjukkan kepercayaan wisatawan terjaga dengan baik," imbuhnya.

BACA JUGA: Profil dan Rute KA Turangga, Kereta Naas yang Bertabrakan dengan KRL Bandung Raya

Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengatakan peningkatan beberapa indikator terlihat dari crowd yang terjadi di Kota Jogja. Kepadatan terjadi di jalan maupun destinasi wisata.

Singgih menyebut pihaknya kini tak lagi fokus pada angka atau jumlah wisatawan di Kota Jogja. Jauh daripada itu, Pemkot Jogja berupaya melakukan transformasi dari quantity tourism menjadi quality tourism. Ini dilihat dari dampak ekonomi yang dirasakan Pemkot Jogja atas aktivitas wisata yang terjadi selama momen nataru.

"Tidak hanya dihitung dari sisi jumlah pergerakan wisatawan, tapi harus bisa melihat belanja wisatawan. Kalau banyak orang, tapi tidak belanja kita akan mendapatkan kerepotan tersendiri. Tapi bagaimana wisatawan yang berlibur selama nataru ini akan meningkatkan ekonomi Kota Jogja," ungkapnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online