PBB Gunungkidul Tembus Rp17,8 Miliar, Jatuh Tempo 30 September
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Ilustrasi tumpukan sampah./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman mengebut pengoperasian Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Kapanewon Minggir dan ditarget beroperasi pada Maret 2024. Hal ini dilakukan sebagai dampak terus berkurangnya kuota pembuangan sampah di TPA Piyungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Ephipana Kristiyani mengatakan, upaya pengelolaan sampah di Sleman harus dilakukan secara mandiri. Pasalnya, kuota pembuangan di TPA Piyungan, Bantul terus berkurang.
Di awal tahun kuota pembuangan untuk Kabupaten Sleman hanya 110 ton per harinya. Kuota ini turun sekitar 40 ton dibandingkan yang diberikan di akhir 2023. “Dulu sempat 150 ton per hari, tetapi sekarang hanya 110 ton. Makanya, upaya pengelolaan sampah secara mandiri terus dilakukan,” kata Ephi, Selasa (9/1/2024).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempercepat pengoperasian TPST Minggir. Ia tidak menampik, untuk bangunan sudah jadi dan tinggal setting mesin pengoperasian.
Hanya saja, sambung dia, akses lokasi juga butuh dukungan sehingga di awal tahun ini dilakukan pembangunan talut dan jalan sepanjang satu kilometer. Ditargetkan dengan penambahan fasilitas ini maka TPST Minggir bisa dioperasikan pada Maret 2024. “Harus dibuat jalan baru karena tidak boleh sama dengan akses milik warga,” katanya.
Selain mempercepat proses pengoperasian TPST Minggir, juga ada upaya optimalisasi TPST Tamanmartani yang terletak di sisi timur Sleman. Menurut dia, fasilitas pengolahan sampah ini sudah suda beroperasi sejak akhir 2023.
Meski demikian, Ephi mengakui sempat ada kendala berkaitan dengan daya Listrik. “Sudah diperbaiki dan tidak mati lagi. Per harinya bisa mengelola sekitar 20 ton sampah dari Masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, untuk menekan produksi sampah juga ada imbauan ke Masyarakat guna mengurangi sampah, khususnya jenis organik. Langkah yang dilakukan dengan Gerakan makan secukupnya.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Siapkan TPST di Sleman Tengah, Cek Lokasinya
Program ini sudah dijalankan di Sardonoharjo dengan memastikan kebutuhan makanan agar tidak ada sisa. “Ini juga ada pendampingan dari Fakultas Kedokteran UGM untuk menakar kebutuhan makan harian. Tujuannnya agar sedikit sisa agar tidak jadi sampah yang menimbulkan bau,” katanya.
Ketua Satgas Pengelolaan Sampah Sleman, Dwi Anta Sudibyo mengatakan, pembangunan TPST tidak hanya di sisi timur dan barat. Pasalnya, fasilitas yang sama juga dibangun di sektor Selatan dan tengah. “Dengan fasilitas ini maka pengelolaan sampah secara mandiri bisa dioptimalkan,” katanya.
Selain itu, juga ada fasilitas alat pengolah sampah di Tingkat kalurahan. Lokasi alat ini berada di Turi dan tiga lainnya di depo sampah yang sudah ada. “Dengan perencaan yang dimiliki diharapkan pada Maret mendatang, masalah sampah bisa terselesaikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
UMKM Banyumas Raya mencatat potensi ekspor US$26.000 atau sekitar Rp460 juta melalui business matching KKI 2026.
Wabup Kulonprogo mengecek tukang becak yang masuk desil 9. Data kemiskinan dievaluasi agar bantuan dan akses pendidikan tepat sasaran.
Kebun salak seluas 1.500 meter persegi di Sleman terbakar. Damkar menduga api dipicu puntung rokok saat musim kemarau.
Polisi menangkap tiga tersangka karhutla di OKU Timur. Petugas menyita abu, ranting, tanah bekas terbakar dan dua korek api gas.
Bantul menghapus denda PBB-P2 untuk tunggakan 1994-2025. Wajib pajak cukup membayar pokok hingga 31 Desember 2026.