Mampu Kelola Sampah hingga Zero Waste, Begini Cara Pengelola TPS3R Go-Sari Ubah Mindset Warga

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Kamis, 11 Januari 2024 23:37 WIB
Mampu Kelola Sampah hingga Zero Waste, Begini Cara Pengelola TPS3R Go-Sari Ubah Mindset Warga

Kepala Unit Layanan Sampah BUMDes Guwosari, Muhammad Nur Muntaha. Harian Jogja/Stefani Yulindriani

Harianjogja.com, BANTUL—Mengelola sampah bukan perkara mudah lantaran diperlukan perubahan mindset dari warga. Begini cara BUMDes Guwosari mengubah pemikiran warga untuk mengolah sampahnya.

Kepala Unit Layanan Sampah BUMDes Guwosari, Muhammad Nur Muntaha memahami proses pengolahan sampah merupakan proses perubahan perilaku dalam masyarakat sehingga dia memahami proses tersebut tidak mudah dan singkat.

Dia bersama dengan pengurus TPS3R Go-Sari berupaya mengubah mindset masyarakat bahwa sampah dapat jadi barang bernilai apabila tahu cara mengolahnya.

“Kalau sekarang ini budayanya dimanjakan [budaya mengolah sampah]. Apa yang bagi masyarakat tidak berguna itu sampah. Sampah adalah sesuatu yang belum terpilih, kalau sudah terpilah rupiah itu namanya,” ujarnya, Kamis (11/1/2024).

Baca Juga

Dua TPS 3R Dikembangkan di Jogja, Pembangunan Mulai Tahun Depan

Tambahan Mesin di 2 TPS3R di Jogja Dipasang Bulan Depan, Mampu Kelola 25 Ton Sampah per Hari

Puluhan TPS3R di Sleman Bisa Jadi Percontohan Desentralisasi Sampah

Menurut dia perlu proses panjang untuk mengubah kesadaran masyarakat bahwa sampah dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah.

“Kesadaran disitu masyarakat yang belum memahami bahwa masih punya pandangan sampah itu menjijikan, karena belum terpilih, ketika terpilah pundi rupiah datang,” ucapnya.

Dia menilai masyarakat Jogja saat ini dipaksa untuk mengganti budaya buang sampahnya, dengan adanya persoalan tempat pembuangan sampah.

“Sambil dibantu media mereka mulai tersadarkan, makin hari kesadaran masyarakat makin tinggi, sampah kalau enggak dikelola jadi masalah, jadi bom waktu, jadi ya pelan-pelan, dipaksa budayanya harus diubah,” imbuhnya.

Saat ini TPS3R Go-Sari telah memberdayakan 15 warga setempat, dengan 11 orang pekerja usia produktif yang mampu melakukan seluruh proses pengolahan sampah, dan 4 orang pekerja wanita perempuan yang sengaja diberdayakan.

“Jadi [4 orang karyawan] ibu lanjut usia ingin berkegiatan secara upah di bawah standar, tetapi kita sudah memberdayakannya, khusus mengurus rongsok yang ringan-ringan,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online