Cek Kesehatan Anak Sekolah Jogja: Karies Gigi Dominan
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Kepala Unit Layanan Sampah BUMDes Guwosari, Muhammad Nur Muntaha. Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Mengelola sampah bukan perkara mudah lantaran diperlukan perubahan mindset dari warga. Begini cara BUMDes Guwosari mengubah pemikiran warga untuk mengolah sampahnya.
Kepala Unit Layanan Sampah BUMDes Guwosari, Muhammad Nur Muntaha memahami proses pengolahan sampah merupakan proses perubahan perilaku dalam masyarakat sehingga dia memahami proses tersebut tidak mudah dan singkat.
Dia bersama dengan pengurus TPS3R Go-Sari berupaya mengubah mindset masyarakat bahwa sampah dapat jadi barang bernilai apabila tahu cara mengolahnya.
“Kalau sekarang ini budayanya dimanjakan [budaya mengolah sampah]. Apa yang bagi masyarakat tidak berguna itu sampah. Sampah adalah sesuatu yang belum terpilih, kalau sudah terpilah rupiah itu namanya,” ujarnya, Kamis (11/1/2024).
Baca Juga
Dua TPS 3R Dikembangkan di Jogja, Pembangunan Mulai Tahun Depan
Tambahan Mesin di 2 TPS3R di Jogja Dipasang Bulan Depan, Mampu Kelola 25 Ton Sampah per Hari
Puluhan TPS3R di Sleman Bisa Jadi Percontohan Desentralisasi Sampah
Menurut dia perlu proses panjang untuk mengubah kesadaran masyarakat bahwa sampah dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah.
“Kesadaran disitu masyarakat yang belum memahami bahwa masih punya pandangan sampah itu menjijikan, karena belum terpilih, ketika terpilah pundi rupiah datang,” ucapnya.
Dia menilai masyarakat Jogja saat ini dipaksa untuk mengganti budaya buang sampahnya, dengan adanya persoalan tempat pembuangan sampah.
“Sambil dibantu media mereka mulai tersadarkan, makin hari kesadaran masyarakat makin tinggi, sampah kalau enggak dikelola jadi masalah, jadi bom waktu, jadi ya pelan-pelan, dipaksa budayanya harus diubah,” imbuhnya.
Saat ini TPS3R Go-Sari telah memberdayakan 15 warga setempat, dengan 11 orang pekerja usia produktif yang mampu melakukan seluruh proses pengolahan sampah, dan 4 orang pekerja wanita perempuan yang sengaja diberdayakan.
“Jadi [4 orang karyawan] ibu lanjut usia ingin berkegiatan secara upah di bawah standar, tetapi kita sudah memberdayakannya, khusus mengurus rongsok yang ringan-ringan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.