Pendukung Prabowo Laporkan Anies yang Singgung soal Tanah di Debat Capres, Begini Komentar Sekjen PDIP

Yosef Leon
Yosef Leon Sabtu, 13 Januari 2024 16:37 WIB
Pendukung Prabowo Laporkan Anies yang Singgung soal Tanah di Debat Capres, Begini Komentar Sekjen PDIP

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. /ANTARA-HO PDIP

Harianjogja.com, JOGJA—Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyinggung soal watak pemimpin otoriter pada calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto yang dinilainya emosional dan kerap mengeluarkan kata-kata kasar di berbagai kesempatan. 

Hal itu dianggapnya sebagai pengingkaran demokrasi ditambah pula dengan adanya fenomena melaporkan Anies Baswedan ke Bawaslu RI oleh pendukung Prabowo lantaran dugaan fitnah kepemilikan tanah dalam debat Pilpres ketiga lalu. 

"Ini juga tidak terlepas dari karakter Pak Prabowo yang emosional, yang sering mengeluarkan kata-kata kasar seperti etik ndasmu, kemudian goblok, tolol. Sebuah pernyataan seharusnya yang tidak dikeluarkan oleh calon pemimpin," kata Hasto dalam agenda di DPD PDIP DIY, Sabtu (13/1/2024). 

Menurutnya, dalam debat yang merupakan salah satu instrumen demokrasi seharusnya dibuat untuk menyampaikan hal-hal dan gagasan yang baik. Namun tim pendukung Prabowo dinilainya malah melakukan laporan terhadap Anies Baswedan lantaran dugaan fitnah kepemilikan tanah. 

"Ini kan suatu pengingkaran demokrasi. Kalau belum berkuasa saja hanya karena debat sudah dilaporkan apalagi nanti kalau berkuasa. Terlepas ke Bawaslu laporannya tapi ini menunjukkan bahwa benih otoritarianisme itu akan bekerja kembali," katanya. 

Hasto menyampaikan, tidak ada persoalan personal dalam debat Pilpres ketiga yang berlangsung pada pekan lalu itu. Apalagi pertanyaan yang dilontarkan oleh kedua capres baik Anies dan Ganjar merupakan informasi yang wajar dan tidak termasuk ke dalam klasifikasi rahasia negara. 

"Itu hanya untuk mengukur bagaimana seorang pemimpin memahami hal-hal terkait geopolitik, hubungan luar negeri, pertahanan, keamanan dan sesuatu yang harus dipahami. Jadi jangan disalahkan karena kalah debat akibat emosional lalu melakukan gugatan hukum, ini yang menjadi bagian yang kemudian menciptakan emosional warning," ujarnya. 

BACA JUGA: Prabowo Mengumpat Seusai Aset Tanahnya Disinggung, Anies: Matur Nuwun Pak Prabowo

Hasto juga menyinggung soal anggapan publik tentang kemungkinan pembentukan koalisi partainya dengan calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan. Sebab dalam setiap kesempatan kedua kubu terlihat kerap kompak dan membuat sinyal untuk persatuan. Yang terakhir saat Ganjar berpidato tentang misi perubahan pada HUT PDIP ke-51 beberapa waktu lalu. 

Hasto menilai, ada kesamaan yang dirasakan oleh capres cawapres nomor urut 1 dan 3 dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 ini. Menurutnya arah Pemilu sudah menunjukkan gelagat yang keliru dengan adanya intervensi kekuasaan dan penggunaan kekuasaan secara telanjang. 

"Ini lah yang membangkitkan hubungan emosional antara tim pemenangan 01 dan 03, agar Pemilu menempatkan demokrasi berada di tangan kedaulatan rakyat, agar kecurangan dalam memperpanjang kekuasaan dengan langsung atau tidak itu tidak terjadi," kata Hasto. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online