PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Sebuah pikap melintas di pertigaan Padukuhan Lemahbang, Gayamharjo, Prambanan. Rencananya jalur alrternatif Sleman-Gunungkidul akan diteruskan dengan membuat jalan baru melewati ruas ini Senin (15/1/2024). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Warga Gayamharjo, Prambanan, Sleman senang dengan rencana pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul. Diharapkan proyek ini bisa segera tersambung dikarenakan pembangunan di Gunungkidul sudah terselesaikan.
Salah seorang warga di Padukuhan Lemahbang, Gayamharjo, Bambang Darsono mengatakan informasi pembangunan jalan baru yang menghubungkan wilayah Sleman dengan Gunungkidul sudah didengar masyarakat. Meski demikian, hingga saat ini belum ada tindaklanjut pembangunan.
“Kalau lokasi tanah yang dipergunakan membuat jalan baru sudah ada. Tetapi, sekarang ini belum dimulai pembangunannya,” kata Bambang, Senin (15/1/2024).
Menurut dia, warga senang dengan rencana pembangunan ini. terlebih lagi, untuk ruas di Gunungkidul sudah selesai dibangun sehingga harapannya ruas di Sleman juga bisa segera dikerjakan.
“Kalau sekarang dari Gunungkidul harus lewat jalur yang lama melalui Wukirharjo kemudian turun ke Sorogedug. Nanti kalau jalan baru jadi lewatnya dekat Obelix Hill menuju Sambirejo kemudian ke pertigaan Ratu Boko,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Juwardi, warga lain di Kalurahan Gayamharjo. Menurut dia, meski jalur baru belum dibangun, namun geliat aktivitas sudah mulai terlihat.
BACA JUGA: Hari Terakhir Layanan Pindah Memilih, KPU DIY Buka Pelayanan sampai Pukul 23.59 WIB
Hal ini tak lepas selesainya jalur alternatif di ruas Gunungkidul sehingga banyak pengendara yang melintas untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di jalur Jogja-Wonosari. “Sudah mulai ramai. Nanti kalau yang Sleman sudah benar-benar tersambung maka akan lebih ramai, tap infonya pembangunan akan selesai di 2027,” katanya.
Juwardi mengungkapkan sebelum adanya proyek pembangunan jalan alternatif ini, kondisinya sangat sepi. Selain jalannya yang sempit, jembatan penghubung dengan Ngoro-Oro, Patuk hanya jembatan gantung.
Kendati demikian, lanjut dia, kondisi sekarang sudah jauh berbeda dikarenakan jalannya sudah mulai bagus dan jembatannya juga sangat representatif.
“Tentunya dengan jalan baru ini nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Contohnya yang ruas Gunungkidul, sekarang sudah banyak toko-toko atau warung yang berdiri di pinggir jalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.