Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Sebuah pikap melintas di pertigaan Padukuhan Lemahbang, Gayamharjo, Prambanan. Rencananya jalur alrternatif Sleman-Gunungkidul akan diteruskan dengan membuat jalan baru melewati ruas ini Senin (15/1/2024). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Warga Gayamharjo, Prambanan, Sleman senang dengan rencana pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul. Diharapkan proyek ini bisa segera tersambung dikarenakan pembangunan di Gunungkidul sudah terselesaikan.
Salah seorang warga di Padukuhan Lemahbang, Gayamharjo, Bambang Darsono mengatakan informasi pembangunan jalan baru yang menghubungkan wilayah Sleman dengan Gunungkidul sudah didengar masyarakat. Meski demikian, hingga saat ini belum ada tindaklanjut pembangunan.
“Kalau lokasi tanah yang dipergunakan membuat jalan baru sudah ada. Tetapi, sekarang ini belum dimulai pembangunannya,” kata Bambang, Senin (15/1/2024).
Menurut dia, warga senang dengan rencana pembangunan ini. terlebih lagi, untuk ruas di Gunungkidul sudah selesai dibangun sehingga harapannya ruas di Sleman juga bisa segera dikerjakan.
“Kalau sekarang dari Gunungkidul harus lewat jalur yang lama melalui Wukirharjo kemudian turun ke Sorogedug. Nanti kalau jalan baru jadi lewatnya dekat Obelix Hill menuju Sambirejo kemudian ke pertigaan Ratu Boko,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Juwardi, warga lain di Kalurahan Gayamharjo. Menurut dia, meski jalur baru belum dibangun, namun geliat aktivitas sudah mulai terlihat.
BACA JUGA: Hari Terakhir Layanan Pindah Memilih, KPU DIY Buka Pelayanan sampai Pukul 23.59 WIB
Hal ini tak lepas selesainya jalur alternatif di ruas Gunungkidul sehingga banyak pengendara yang melintas untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di jalur Jogja-Wonosari. “Sudah mulai ramai. Nanti kalau yang Sleman sudah benar-benar tersambung maka akan lebih ramai, tap infonya pembangunan akan selesai di 2027,” katanya.
Juwardi mengungkapkan sebelum adanya proyek pembangunan jalan alternatif ini, kondisinya sangat sepi. Selain jalannya yang sempit, jembatan penghubung dengan Ngoro-Oro, Patuk hanya jembatan gantung.
Kendati demikian, lanjut dia, kondisi sekarang sudah jauh berbeda dikarenakan jalannya sudah mulai bagus dan jembatannya juga sangat representatif.
“Tentunya dengan jalan baru ini nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Contohnya yang ruas Gunungkidul, sekarang sudah banyak toko-toko atau warung yang berdiri di pinggir jalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Bulog Jogja pastikan stok Minyakita aman jelang Idul Adha. Distribusi capai 2,6 juta liter, ditambah pasokan baru.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)