Warga Tompeyan Jogja Sukses Budidaya Anggur di Lahan Sempit

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Selasa, 16 Januari 2024 02:47 WIB
Warga Tompeyan Jogja Sukses Budidaya Anggur di Lahan Sempit

Tanaman anggur yang ditanam di halaman rumah warga/ Isti- Dokumentasi Kampung Tompeyan

Harianjogja.com, JOGJA—Kampung Tompeyan, Kemantren Tegalrejo menjadi salah satu wilayah yang menyimpan potensi perkebunan di tengah perkotaan. Meski warganya tak punya lahan yang luas, tapi ini tak jadi penghalang. Buktinya, hampir seluruh warga Kampung Tompeyan punya tanaman anggur. Tanaman ini lantas menjadi icon Kampung Tompeyan yang terus dikembangkan.

Tak hanya di masing-masing rumah, Kampung Tompeyan juga punya sepetak lahan yang menjadi pusat aktivitas budidaya anggur. Selanjutnya diberi nama Tegal Anggur.

Ketua Kelompok Tegal Anggur Eka Yulianta menuturkan masyarakat memanfaatkan halaman rumah yang ada untuk menanam anggur dan menyemai menjadi bibit anggur.

"Keberadaan Kebun Tegal Anggur itu dimulai sejak awal pandemi Covid-19 pada tahun 2020," ujarnya, Senin (15/1).

BACA JUGA: Layak Dikunjungi! Ini Lokasi Wisata Kebun Anggur di DIY

Menurutnya, saat itu banyak warga yang terdampak pandemi dari sisi pekerjaan dan pendapatan. Lalu, secara inisiatif warga Tompeyan mencoba mengembangkan tanaman anggur. Hingga kini setidaknya telah ada 50 varian anggur yang ditanam. Bibitnya juga terus dikembangkan. Misalnya, varian Tamaki, Ninel, Nizina, dan Bogema,

"Ada juga jenis Trans, Dixon, serta Julian," imbuhnya.

Anggur, lanjutnya, tak hanya dimanfaatkan dalam bentuk buah saja. Namun, turut diolah menjadi berbagai macam olahan pangan. Seperti keripik anggur, sambal anggur, hingga jus anggur.

"Bahkan daunnya juga dimanfaatkan untuk kain eco printing," katanya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online