Krisis Air Bersih Melanda 17 Kapanewon Gunungkidul, 5.100 Tangki Disiapkan
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Ilustrasi vaksin - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Vaksinasi polio di Kabupaten Sleman mulai dilaksanakan Senin (15/1/2024). Antusiasme warga yang tinggi diperkirakan bisa mencapai 99% dari sasaran penerima vaksin.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Sleman, Esti Kurniasih mengatakan, vaksinasi massal untuk pencegahan polio sudah dimulai. Di hari pertama pelaksanaan antusiasme warga sangat tinggi sehingga ada evaluasi.
Evaluasi dilakukan agar tidak terjadi kepadatan atau antrean yang akan melakukan imunisasi. Oleh karenanya, pelaksanaan tidak hanya di balai kalurahan dan bisa menggunakan layanan posyandu yang telah tersedia.
Hari pertama, antrean Panjang bisa dilihat di Kalurahan Caturharjo, Sleman dan di Kalurahan Sumberadi, Mlati. Di lokasi ini antrean membeludak hingga halaman kalurahan. Menurut Esti, imunisasi akan lebih efektif dilaksanakan di posyandu. Langkah ini sudah dilakukan di wilayah di Kapanewon Prambanan.
Meski demikian, ia tidak menampik belum semua menerapkan. Hal ini dikarenakan kebijakan sangat bergantung dengan puskesmas, kapenwon dan masing-masing kalurahan.
“Kalau lokasinya terpusat, maka antreannya bisa Panjang. Jadi, akan lebih baik dengan memanfaatkan layanan posyandu yang sudah ada,” kata Esti, Senin siang.
BACA JUGA: Awal Pekan, Gunung Merapi di Sleman Keluarkan Guguran Lava
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan, target vaksinasi polio kali ini menyasar 149.821 anak berusia 0-7 tahun. Ditargetkan imunisasi bisa mencapai 95% dari target, namun melihat antusiasme warga kemungkinan bisa melebihi hingga 99,9%.
“Kami optimistis dapat berjalan dengan sukses. Kalau memungkinkan bisa 99,9% dari target sasaran penerima vaksin,” katanya.
Khamidah mengatakan vaksinasi polio dilaksanakan karena wilayah Sleman berbatasan dengan Klaten yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) polio. “Makanya dilakukan vaksin karena secara geografis letaknya berdekatan,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, adanya pasien yang dinyatakan positif polio di Manisrenggo. Temuan kasus ini, maka wilayah Klaten ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio.
Penetapan ini juga berdampak di Kabupaten Sleman dikarenkan lokasinya berbatasan langsung dengan lokasi temuan kasus. Oleh karenanya, Sleman menjadi wilayah respons KLB sehingga upaya pencegahan agar tidak terjadi penularan harus dilakukan. “Pencegahan dengan vaksinasi. Vaksin pertama dilaksanakan 15-20 Januari 2024 dan booster diberikan pada 19-24 Februari 2024,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Ratusan warga Desa Pengkok, Kedawung, Sragen menggelar aksi unjuk rasa akibat listrik sering padam saat Magrib selama sebulan terakhir. Mereka menuntut PLN gant
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 18 September 2026 melayani 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarifnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 18 September 2026 melayani rute PP dengan tarif Rp12.000. Cek jam keberangkatan dari Malioboro dan Pantai Parangtri
Tim penyidik KPK menggeledah tiga ruangan di kompleks Kementerian ATR/BPN Jakarta dan membawa tiga koper terkait penyidikan suap HGB.
BBWSSO selesaikan uji sampel air sungai di Gunungkidul. Hasilnya kategori cemar ringan namun tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.