Houthi Serang Kilang Minyak Aramco, Arab Saudi Hadapi Ancaman Baru
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Alat berat sedang menghancurkan batuan biru di lokasi proyek kelok 18. /Youtube.
Harianjogja.com, JOGJA—Proyek pembangunan Kelok 18 jalur jalan lintas selatan (JJLS) di kawasan Parangtritis Bantul menuju Purwosari, Gunungkidul saat ini terus dikebut oleh pelaksanan proyek. Lokasi pembangunan proyek ini berada di perbukitan di atas kawasan pantai Parangtritis. Temuan bebatuan biru di kawasan proyek ini cukup menyita perhatian warganet.
JJLS Kelok 18 merupakan proyek strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran mencapai Rp254 miliar dan ditargetkan tuntas pembangunannya selama 2 tahun dan beroperasi pada 2025 mendatang.
BACA JUGA : Rest Area Seluas 3.000 Meter Persegi Dibangun di Kelok 18, Ini Lokasi Persisnya
Proyek sepanjang 5,6 kilometer ini dikerjakan mulai dari wilayah Kalurahan Girijati, Purwosari, Gunungkidul baru kemudian ke arah bawah Padukuhan Grogol, Kalurahan Parangtritis, Kretek, Bantul. Proyek itu nantinya akan menyambung dengan ruas jalan di Simpang Empat JJLS Grogol, Parangtritis, ke arah Jembatan Kretek II, di kawasan Depok, Parangtritis, Kretek, Bantul.
Pembangunan proyek kelok 18 saat ini memasuki tahap fisik dengan pengeprasan bukit dan sebaliknya menguruk jurang. Mengingat kondisi geografis lokasi proyek jalan Kelok 18 berada di perbukitan dan juga jurang yang kawasan pesisir selatan.
Kondisi terkini pembangunan Kelok 18 ini banyak diunggah melalui medsos dan akun Yutube, salah satunya channel @wonggunung. Pada video yang beredar kondisi Kelok 18 menembus perbukitan dan dibangun dengan berkelok. Meski demikian pembangunan tersebut masih dalam tahap meratakan lokasi yang akan dibangun jalan, sehingga kondisi jalu yang dilalui masih berupa tanah.
Beberapa titik lokasi calon jalan tersebut tampak bisa menyaksikan sejumlah kawasan wisata pantai di pesisir selatan seperti Pantai Parangtritis hingga Pantai Cemara. Sehingga, jika jalur Kelok 18 ini nantinya sudah bisa dioperasikan maka dipastikan didukung oleh pemandangan yang ciamik dari seputar pantai selatan Bantul dan Gunungkidul.
Dari sekian titik lokasi proyek yang diambil gambar, ada satu titik yang cukup menyita perhatian yaitu keberadaan alat berat yang sedang menggempur batuan biru di lokasi proyek tersebut. Temuan batuan biru ini masih berada di wilayah Parangtritis, Bantul dengan lokasi cenderung di atas perbukitan.
BACA JUGA : Ini Perkembangan Proyek JJLS Kelok 18, Kejar Target Operasional 2025
Batuan biru ini telah digempur dengan alat berat menjadi bongkahan-bongkahan tidak beraturan kemudian dikumpulkan di satu lokasi. Video yang memperlihatkan alat berat menggempur batuan biru tersebut diunggah di medsos, di antaranya Instagram dan TikTok.
“Wah itu rejeki bagi kontraktor jembatan pandansimo, bisa dibeli murah dan jaraknya dekat,” tulis akun Parji di kolom komentar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.