Jelang Debat Cawapres Kedua, Haedar Nashir Ingatkan Paslon Fokus pada Substansi

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Sabtu, 20 Januari 2024 19:07 WIB
Jelang Debat Cawapres Kedua, Haedar Nashir Ingatkan Paslon Fokus pada Substansi

Ketua Umum PP Muhammdiyah Haedar Nashir/Instagram @haedarnashirofficial

Harianjogja.com, GONDOKUSUMAN—Menyambut gelaran Debat Cawapres pada Minggu (21/1/2024), Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berharap para capres dan cawapres menjadikan forum itu sebagai forum perdebatan yang lebih substantif. Selain itu juga diharapkan dapat lebih mengelaborasi prinsip dan visi dalam berbangsa dan bernegara.

"Tidak kalah pentingnya langkah-langkah strategis membawa Indonesia ke depan menjadi lebih baik, menjadi lebih bersatu, lebih berdaulat, lebih adil, lebih makmur dan lebih berkemajuan," ujarnya saat ditemui di Kantor PP Muhammadiyah, Sabtu (20/1).

Haedar menambahkan jangan sampai forum debat menjadi suguhan yang menjenuhkan bagi masyarakat. Apalagi sampai menimbulkan prokontra. Meski peserta debat sebetulnya lebih santai seusai debat berlangsung. Namun, dikhawatirkan suasana panas justru terjadi di media sosial.

"Maka, kami harapkan jadikan pemilu ini pemilu dan perdebatan itu perdebatan yang cerdas, penuh kearifan, bernas sekaligus beretika luhur yang menebarkan suasana damai, suasana bersatu, suasana optimis sekaligus tanpa mengurangi pilihan masing-masing secara beretika leluhur," imbuhnya.

Baca Juga

Debat Keempat Cawapres Digelar Minggu, Ini Tema dan 11 Panelisnya

2.000 Personel Polda Metro Jaya Siap Amankan Debat Cawapres di JCC

Menerka Peta Elektabilitas Capres-Cawapres Pascadebat

21 Januari juga bertepatan dengan masa kampanye terbuka. Menurut Haedar, ini sebaiknya menjadi momentum untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Jangan sampai capres dan cawapres justru menampilkan argumen, logika, menimbulkan suasana panas atau pro kontra

"Saya yakin kita bisa berkampanye menarik hati rakyat itu dengan hal-hal yang simpatik, dengan hal-hal yang positif dan sekaligus menggembirakan bagi masyarakat. Kasihan bagi masyarakat yang masih susah hidupnya, sudah susah hidup dan dibikin susah lagi dengan kampanye," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online